Langsung ke konten utama

Usia Sudah 20an? Berikut 5 Keputusan Terbaik Untuk Dilakukan



Sahabat Kaula Muda, tahun berganti tahun, waktu bergulir dengan mengalun tiba-tiba usia sudah menginjak kepala dua. Bagi sahabat kaula muda yang saat ini telah mulai menjajaki usia 20an tentu merasa banyak perbedaan dari mulai perkembangan fisik, psikis dan pola pikir. 

Perubahan tersebut tentu sangat menguras perhatian kita sehingga berpengaruh terhadap kondisi finansial, kesahatan dan mental. Karenanya sahabat kaula muda harus memperhatikan langkah-langkah terbaik untuk mengawali masa-masa diusia 20an ini. 

Permasalahan kaum muda khususnya pada usia 20an begitu sangat komplek dan ini adalah fase dimana kita selaku kaula muda dituntut untuk banyak mengambil pelajaran yang begitu berharga sehingga tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang lebih buruk. 

Permasalahan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan penuh kesiapsiagaan dan tahu bagaimana cara menanganinya. Adapun tantangan kaum muda diantaranya adalah masa transisi remaja menuju dewasa, pengangguran dan urbanisasi, degradasi moral, seks bebas dan narkoba beserta tantangan lainnya.

Demikian pula dengan sikap kita selaku kaula muda harus mampu mengambil keputusan yang tepat agar tidak menyesal dikemudian hari. Berikut ini adalah beberapa keputusan terbaik untuk kita ambil disaat menginjak usia 20an.

Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan


Indonesia merupakan negera yang berketuhanan, menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan membebaskan warga negaranya untuk memeluk kepercayaan agama manapun. Sebagai orang yang beragama memahami nilai-nilai ajaran keagamaan adalah sesuatu hal yang harus diperhatikan. 

Sahabat Kaula Muda, biasanya pemuda memiliki kecenderungan untuk berperilaku sesuai dengan orientasi kesenangan pribadinya tanpa menimbang bagaimana efek buruk yang akan dirasakan akibat kecerobohan dan kesembronoan dalam menentukan gaya hidup. 

Akibat dari buruknya gaya hidup, maka semakin berkuranglah nilai-nilai dalam ruang spiritualitas, sehingga menyebabkan seseorang tidak memperhatikan faktor-faktor ketuhanan dalam menjalankan kehidupannya. Jika sudah demikian maka, kaum muda akan semakin menjauh dari nilai-nilai agama dan terjadinya degradasi moral yang masif di kalangan kaula muda. 

Untuk menghindari kekosongan nilai-nilai spiritualitas yang ada pada diri pemuda maka cara yang tepat adalah dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya adalah kunci dari meningkatnya keimanan kepada Allah.

Ritual-ritual ibadah yang sering dilakukan seperti sholat, puasa, berdzikir, dan menghadiri majelis ilmu dapat diiringi juga dengan ibadah-ibadah sosial lainnya seperti zakat, infak dan sedekah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatnya keimanan serta kepekaan sosial sehingga tertanamlah rasa syukur kepada Allah SWT. 

Mengupgrade Skill


Setiap orang tentu terlahir dengan berbagai bakat dan kelebihan yang dimiliki. Bakat dan kelebihan tersebut hendaknya dapat digali sehingga memunculkan potensi yang ada dalam diri yang dapat dikembangkan dan menjadi bekal untuk memacu diri lebih baik lagi. 

Skill atau keterampilan yang didapat dari proses penggalian bakat akan memunculkan potensi yang menarik bahkan kita bisa menjadi ahli di bidang tertentu. Sayangnya, kesadaran untuk menggali lebih dalam lagi mengenai skill yang ada pada dirinya tidak begitu dihiraukan. 

Memiliki skill tertentu memang sangat memudahkan kita untuk mendapatkan sebuah pekerjaan dengan passion yang diharapkan. Tetapi, banyak juga orang mengabaikan skill yang sesusngguhnya menjadi passion dirinya karena tidak ingin keluar dari zona nyaman. 

Misalnya seseorang yang memiliki skill dalam membuat desain grafis dan berpotensi untuk menjadi ahli di bidang tersebut akhirnya harus mengubur skill tersebut karena bekerja di sebuah pabrik tekstil yang sudah jelas besaran gajinya. 

Diusia 20an sebenarnya masih banyak lagi potensi yang dapat digali dari dalam diri. Maka, sebuah keputusan yang tepat apabila kita memfokuskan diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan mengupgrade skill tersebut sehingga menjadi passion dan memungkinkan kita menjadi ahli di bidang tersebut. 

Memiliki Side Hustle


Punya penghasilan dari gaji yang mengalir setiap bulan sungguh sangat menyenangkan, setidaknya dapat mengatur keuangan dan membagi-bagikannya untuk aktivitas tertentu. Tetapi namanya manusia tentu tidak pernah cukup puas dengan apa yang didapatkan dari hanya sebatas gaji saja. Oleh karenanya sudah saatnya kita memiliki side hustle. 

Side Hustle merupakan penghasilan tambahan yang didapatkan dari aktivitas yang kita lakukan. Hal ini beda lagi dengan side jobs yang merupakan pekerjaan sampingan. Salah satu perbedaannya adalah jikalau side hustle lebih memungkinkan kita mengerjakan aktivitas yang membuat kita menyenangkan dan sifatnya mengisi waktu luang. Sementara side jobs adalah pekerjaan yang memiliki tuntutan tertentu dan sama halnya seperti kerja full time. 

Untuk memiliki side hustle dapat kita memanfaatkan hobi-hobi yang dapat menghasilkan uang tambahan. Seperti menulis, menjadi content creator, memasak, fotografer dan masih banyak lagi lainnya. 

Sahabat Kaula Muda, memantapkan keputusan untuk memiliki side hustle diusia 20an adalah keputusan yang tepat. Pasalnya, selain kita dapat melakukan healing dengan hobi kita, juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari aktivitas tersebut. Bahkan bisa jadi, kita lebih profesional dan dapat melepaskan pekerjaan kita di perusahaan dan beralih untuk memperdalam hobi yang dibayar. 

Membangun Personal Branding


Sahabat Kaula Muda tahukah bahwa diri kita sendiri adalah aset yang sangat berharga untuk masa depan dan karier kita ke depan. Menjadi seseorang yang dikenal karena kemampuan atau keterampilan tertentu pasti sangat mengagumkan, sayangnya orang lain tidak akan pernah mengatahui diri kita jika kita sendiri tidak pernah memperhatikan personal branding. 

Personal branding adalah suatu proses membangun citra diri sehingga terbentuknya sebuah reputasi yang ada dalam diri kita sendiri. Hal tersebut tentu erat kaitannya dengan bagaimana kita dapat memperkenalkan diri kepada dunia. 

Di era digitalisasi seperti saat ini, untuk membangun reputasi atau personal branding tentu sangat mudah. Salah satu diantaranya adalah dengan ikut serta aktif dalam bermedia sosial. Pilihlah salah satu citra yang ingin dilekatkan pada diri kita apakah sebagai content creator, pendidik, penulis, pemerhati politik dan sebagainya. 

Jikalah sahabat kaula muda, diusia 20an ini memilih untuk memulai membangun personal branding tentu akan menjadi pilihan yang sangat tepat karena, diusia tersebut sudah seharusnya menentukan passion yang ingin kita kembangkan. 

Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental


Kesehatan tentu sangat mahal harganya, oleh karena itu cara yang paling murah adalah menjaganya agar tidak sakit yang dapat menyebabkan pikiran mumet dan dompet mampet. Apalagi saat tubuh lagi kuat-kuatnya dan merasa usia masih muda. 

Gaya hidup yang berlebihan dan tidak sehat sangat mengganggu kestabilan fisik, mental dan finansial. Apalagi jika terlibat dalam perilaku yang tidak sehat seperti minuman keras, narkoba, dan hedonisme yang semata-mata hanya menguntungkan kesenangan sesaat.

Tentu kita sepakat dengan pepatah mencegah lebih baik dari mengobati. Hal ini berlaku untuk kesehatan jiwa raga kita. Menjaga kesehatan fisik bisa dengan melakukan aktivitas olahraga seperti bermain futsal, badminton, tenis meja, lari, senam dan banyak lagi lainnya. 

Kesehatan mental juga perlu kita perhatikan dengan senantiasa menjaga kesejahteraan emosional dan mental, selalu bahagia, tersenyum, dan berpikir positif setiap saat. Karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat maka, menjaga kesehatan fisik sama halnya memperkuat kesehatan mental

Oleh sebab itu teruntuk sahabat kaula muda, menjaga kesehatan fisik dan mental adalah pilihan yang tepat untuk diseriusi ketika tengah memasuki usia 20 tahun. Karena, dimasa muda seperti inilah hormon tubuh sedang banyak-banyaknya diproduksi dan sangat rentan terhadap permasalahan kesehatan dikemudian hari apabila tidak pernah diperhatikan. 

Demikianlah kelima hal yang merupakan keputusan yang tepat apabila sahabat kaula muda menginginkan hidup lebih baik diusia 20an. Dari sekian yang disampaikan adalah sebuah investasi atau hukum tanam tuai yang hanya kita sendiri yang dapat menentukan masa depan. 

Sejatinya bertambahnya usia bukanlah bertambahnya beban karena itu sudah menjadi qudratullah. Tetapi, dengan bertambahnya usia hendaknya bertambah dan berkembang pula pola pikir, upgrade skill, dan bijak dalam menentukan masa depan. 

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.