Sebagai seorang pemuda yang merupakan transisi dari masa remaja menuju dewasa tentu memiliki tantangan yang tidak mudah. Sehingga perlu disadari bahwa masa muda merupakan masa yang mengalami banyak permasalahan yang hendak dihadapi.
Membangun mental dan fisik seorang pemuda diperlukan banyak dorongan dari berbagai pihak terutama dirinya sendiri agar sadar mengenai permasalahan apa yang sedang dihadapinya. Masalah tersebut, semata-mata bukan untuk menghalanginya dalam berkehidupan, justru akan memberikannya banyak pengalaman dan pelajaran.
Seorang pemuda yang siap menerima tantangan dan melewati setiap tantangan tersebut dengan baik maka, ia akan keluar sebagai seorang pemuda yang dewasa dan selalu bersikap tenang dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun.
Lantas, apa saja tantangan yang dihadapi oleh seorang Pemuda? berikut adalah problematika yang harus dihadapi oleh setiap pemuda pada umumnya.
Transisi Masa Remaja Menuju Masa Dewasa
Transisi atau peralihan suatu keadaan dari masa remaja menuju masa dewasa merupakan satu fase yang dirasakan oleh seluruh pemuda. Pasalnya, pada masa ini perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dirinya begitu tumbuh baik secara fisik maupun psikis.
Perubahan Fisik
Secara fisik pada seorang pemuda akan terlihat dari bagaimana perbedaan yang terjadi pada seorang laki dan perempuan. Perubahan yang terjadi pada fisik laki-laki diantaranya suara berat, tumbuh jakun di leher, dada terlihat bidang, munculnya rambut diarea seperti kemaluan dan ketiak.
Sementara perubahan yang terjadi pada fisik perempuan ditandai dengan menstruasi, suara nyaring, mulai tumbuhnya payudara, dan munculnya rambut diarea sekitar kemaluan dan ketiak.
Perubahan Psikis
Selain terjadi perubahan fisik yang akan dialami seorang pemuda, ia juga akan mengalami perubahan psiskis. Perubahan ini berkaitan dengan adanya gejolak yang ada di dalam kejiwaannya dan berperan penting dalam membangun mental seorang pemuda.
Lantas apa saja perubahan psikis yang dialami oleh seorang pemuda tersebut?
Perubahan Suasana Hati dan Lebih Sensitif
Ketika usia seorang remaja hendak menjadi dewasa maka hormon yang ada di dalam tubuhnya juga ikut berkembang secara signifikan. Hal tersebut berpengaruh pada kondisi suasana yang ada di dalam hati.
Perubahan emosional yang terjadi pada setiap pemuda ini akan memicu dirinya untuk lebih mudah marah, sedih dan bahkan pada perempuan biasanya lebih mudah untuk menangis.
Perubahan emosional yang terjadi pada setiap pemuda ini akan memicu dirinya untuk lebih mudah marah, sedih dan bahkan pada perempuan biasanya lebih mudah untuk menangis.
Selain itu mereka akan lebih rentan tersinggung, dan berdampak pada perubahan perilaku. Misalnya, pada seorang laki-laki mungkin, lebih memilih untuk menyendiri dalam menyelesaikan persoalannya dan perempuan lebih memilih menangis untuk mengekspresikan persoalan yang dihadapinya.
Oleh karenanya, kadang treatmen kepada pemuda yang memiliki perubahan suasana hati dan lebih sensitif pendekatannya berbeda. Butuh waktu dan kontrol emosi untuk mengetahui suasana hati yang terjadi orang tersebut.
Menyukai Lawan Jenis
Perubahan psikis yang terjadi di dalam diri pemuda juga ditandai dengan rasa ketertarikannya pada lawan jenis. Tumbuhnya perasaan tersebut merupakan bagian dari kondisi psikis dimana, seseorang akan dianggap dewasa apabila telah memiliki perasaan suka pada lawan jenisnya.
Hal tersebut tentu normal-normal saja akan tetapi, beberapa orangtua mungkin akan mulai merasa khawatir karena takut anaknya terjerumus dalam perzinaan. Kekhawatiran tersebut tentu masih dapat diantisipasi selama anaknya dibekali dengan pengetahuan yang baik.
Karena rasa ketertarikannya pada lawan jenis setiap pemuda tentu akan mulai melakukan hal-hal yang dapat mencari perhatian dari lawan jenisnya tersebut. Maka, tidak ayal jika kita banyak pemuda yang mempercantik dirinya dan selalu memperhatikan penampilannya.
Berusaha Menjadi Pribadi yang Bebas
Setiap pemuda tentu menginginkan kebebasan dalam dirinya, disaat masa transisi inilah mulai terjadi pemberontakan pada dirinya untuk keluar dari kungkungan orangtua untuk melakukan hal-hal yang membebaskan dirinya.
Dorongan yang menginginkan kebebasan pada diri seorang pemuda biasanya memicu konflik dengan orangtua. Hal ini, disebabkan apabila orangtua terlalu membatasi ruang geraknya. Oleh karenanya, perlu dipahami setiap anak mungkin perlu diberi sedikit ruang untuk terbuka dalam mengekspresikan keinganannya dan diberikan pengarahan agar tidak terlalu kebablasan.
Sifat ingin bebas dari segala sesuatu, menyebabkan setiap pemuda terjebak dalam fatamorgana. Dimana hal-hal baru yang ingin ia lakukan dapat menjurus pada hal-hal yang buruk seperti terjebak dalam narkoba, minum-minuman keras dan pergaulan yang tidak sehat.
Krisis Kepercayaan Diri
Perubahan penampilan fisik ang terjadi pada tubuh setiap pemuda secara signifikan, memicu adanya krisis kepercayaan diri. Hal tersebut menimbulkan rasa ketidaknyamanan sehingga menyebabkan rasa kurang percaya diri pada penampilannya. Seperti perempuan yang mulai tumbuh payudaranya, dan laki-laki yang suaranya mulai berat dan tumbuh jakun.
Seorang pemuda juga sangat mudah sekali menelan mentah-mentah komentar jelek pada dirinya dari orang lain sehingga menyebabkan kurang percaya diri dan insecure. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai perubahan fisik dan psikis pada setiap diri pemuda perlu disampaikan dan ditanamkan sehingga tidak menimbulkan pembullyan.
Itulah beberapa perubahan yang terjadi pada diri seorang pemuda baik secara fisik maupun psikisnya. Apabila, setiap pemuda memahami apa yang terjadi di dalam dirinya tentu tidak akan lagi yang namanya krisis kepercayaan diri apalagi sampai krisis identitas di dalam dirinya.
.png)
Komentar
Posting Komentar