Langsung ke konten utama

Kenalilah Macam-macam Penyakit Hati Masa Kini


Sebagai manusia yang memiliki perasaan dan nafsu membuat kita harus tetap waspada dengan berbagai penyakit hati yang dapat membuat perilaku dan perangai menjadi tidak baik. Kewaspadaan ini, akan membuat diri kita akan senantiasa terhindar dan sadar dengan perbuatan-perbuatan tercela yang kita lakukan.

Penyakit hati merupakan perbuatan tercela yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat menjerumuskan diri kita dalam kesesatan dan terlempar ke dalam api neraka. Oleh karenanya, menjaga kejernihan hati merupakan kunci dari terjaganya amalan kita di dunia.

Rasulullah SAW bersabda.


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hirairah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanya melihat pada hati dan amalan kalian." (HR. Muslim no. 2564)

Hadis tersebut sudah tampak jelas bahwa di hadapan Allah yang dinilai bukanlah ketampanan atau kecantikan dan harta benda seseorang melainkan pada hati dan beserta amalannya. Hal ini mengisyaratkan kepada umatnya agar senantiasa kejernihan hati sehingga dapat melakukan amalan perbuatan yang baik. 

Sebaliknya, keburukan hati karena penyakit hati akan menyebabkan amalan-amalan kita menjadi sebuah keburukan. Lantas penyakit hati macam apa yang mestinya kita hindari sehingga terlepas dari perbuatan keji. 

Julid 


Akhir-akhir kata "julid" menjadi populer setelah salah artis kondang di Indonesia mengenalkannya untuk melebelkan pada orang-orang yang iri dan dengki terhadap pencapaian seseorang. Julid atau iri hati dan dengki dapat merusak tatanan kehidupan di masyarakat. 

Perilaku julid merupakan perilaku tidak suka atau tidak senang dengan pencapaian atau keberhasilan orang lain dan bahkan bisa mengakibatkan orang tersebut merusak kenikmatan yang telah dimiliki oleh orang lain. 

Sifat ini biasanya merupakan sekumpulan emosi marah, rasa rendah diri, rasa ingin memiliki, dan rasa tidak suka pada personal seseorang. Pada tahapan julid ini bisa kita lihat dari perilaku seseorang seperti memukul, membully, mencela, menghina, dan bahkan sampai merampas milik orang lain. 

Ketahuilah, bahwa perilaku julid tidak ada manfaatnya bahkan bisa merusak pribadi sendiri dan merusak orang lain. Dan tentu saja, perilaku tersebut di larang oleh Allah SWT sebagaimana firmannya dalam Quran Surah An Nisa ayat  32


Dan janganlah kalian iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu. (QS. An Nisa :32)

 

Flexing 


Di era media sosial kita selalu menemukan dan melihat banyak sekali orang-orang yang melakukan flexing. terlebih motif mereka hanya untuk mendapatkan perhatian dan pujian daripada warganet. Lantas apa itu flexing?

Menurut Rhenald Kasali sebagaimana yang dilansir dalam laman kumparan.com menyatakan bahwa flexing merupakan perbuatan untuk mempromosikan diri dengan kata lain, untuk memamerkan apa yang telah diraihnya. 

Flexing dapat dikatakan riya karena dapat menimbulkan perasaan ingin dipuji. Seseorang yang melakukan flexing pada dasarnya ingin menunjukan eksistensinya dan mendapatkan pengakuan dari orang lain bahwa dirinya merupakan orang mampu, berada atau kaya raya. 

Sebenarnya flexing tidak melulu soal harta, bisa juga berupa amalan-amalan kebaikan seperti ibadah, sedekah, prestasi dan sebagainya yang semata-mata bukan karena mengharap ridho Allah SWT. Di dalam Al Quran Surah Al Maun Allah SWT berfirman.


(1) Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? (2) ialah orang yang suka menghardik anak yatim (3) dan enggan memberi makan orang-orang miskin, (4) maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (5) (yaitu) orang yang lalai dalam shalatnya, (6) yang berbuat ria, (7) dan enggan (memberikan) bantuan dengan barang berguna. (QS. Al Maun: 1-7). 


Dalam surah tujuh ayat tersebut dijelaskan bahwa salah satu sifat flexing merupakan golongan-golongan orang yang mendustakan agama. Artinya, segala macam amal ibadah yang dilakukannya sungguh sia-sia karena tidak akan diterima oleh Allah SWT hal tersebut dikarena ketidak ikhlasannya dalam beribadah yang semata-mata ingin dilihat oleh orang lain. 

Nyinyir 


Manusia yang memiliki sifat nyinyir biasanya selalu saja ada yang ingin dikomentari setiap harinya. Tidak sedikit orang-orang yang terjerumus kedalam penyakit hati seperti ini dapat merusak kerukunan dan kedamaian di dunia nyata dan dunia maya. 

Nyinyir dalam kata lain disebut gibah merupakan perilaku yang senang sekali menggunjing keburukan orang lain baik. Perilaku ini biasanya didasari sifat tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh orang lain baik itu kebaikannya atau keburukannya. 

Nyinyir jelas-jelas berdosa dan tidak disukai oleh Allah SWT. oleh karenanya, sudah sepantasnya kita menghindari perilaku tersebut. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Hujurat ayat 12


Hai orang-orang beriman! jauhilah kebanyak prasangka buruk, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang. (QS. Al Hujurat :12). 

 

Tantrum 


Tantrum bisa dikatakan sebagai perilaku yang mudah marah dan meledak-ledak. Hal ini merupakan penyakit hati yang diakibatkan atas tidak stabilnya kontrol emosional yang dilakukan oleh seseorang. Orang yang tantrum tentu sangat membahayakan dirinya dan orang lain karena bisa saja berujung pada kekerasan baik itu verbal maupun fisik. 

Perbuatan tantrum merupakan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah. Oleh karena itulah, Allah dalam firmannya senantiasa menganjurkan kepada manusia untuk bersabar dalam keadaan apapun. Begitu juga dengan Nabi agar kita selalu tidak marah (gadlab). Sebagai Hadisnya, 

Dari Abu Hurairah ra. bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW. ia berkata: "Wahai Rasulullah, sampaikanlah satu perkataan kepadaku dan ringkaslah mudah-mudahan aku memahaminya." Rasulullah SAW bersabda "Jangan marah" lalu aku mengulanginya berkali-kali, semuanya dibalas oleh Rasulallah SAW dengan sabda "Jangan marah" (HR. Ahmad). 

 

Menyebar Hoax


Diera yang mudah mendapatkan banyak informasi terkadang kita tidak cerdas dalam memilah-milahnya, apalagi jika informasi tersebut juga turut kita sebarkan tanpa diketahui kebenarannya. 
Hoax adalah berita bohong yang tidak valid kebenarannya alias fitnah. Menyebarkan hoax sama halnya dengan menyebarkan fitnah justru akan lebih berat jika kita memiliki hobi dalam membuat hoax itu sendiri. 

Allah SWT sangat membenci perilaku menyebar hoax sehingga Allah mengumpamakan penyakit dengan menyatakan lebih berat daripada pembunuhan. Pembunuhan mungkin bisa menghilangkan masa depan satu orang, akan tetapi hoax bisa saja menghilangkan nyawa banyak orang. Oleh karenanya, menyebar hoax merupakan penyakit hati yang cukup berat. 

Allah SWT berfirman dalam Quran Surah Al Baqarah ayat 191


Dan bunuhlah mereka dimana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam kecuali mereka memerangimu dari tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir. (QS. Al Baqarah : 191)

 

Sengkuni


Sengkuni biasanya ditemukan dalam kisah-kisah mahabaratha yang memiliki kecerdasan dan keterampilan dengan kelicikannya untuk melakukan adu domba atau namimah. Sifat ini bisa didasari dengan sifat julid yang akhirnya bertindak seperti sengkuni. 

Perilaku sengkuni sungguh sangat tercela karena dapat membahayakan diri sendiri dan keselamatan orang lain. Sebagaimana pada cerita mahabaratha Sengkuni berhasil mengadu domba orang tua pandawa yang kemudian saling membunuh. 

Penyakit hati sengkuni merupakan penyakit hati yang dibenci oleh Allah dan Rasulnya oleh karenanya, sebagai umat yang beradab kita harus senantiasa terhindar dari perilaku sengkuni sebagaimana larangan tersebut termaktub dalam Al Quran Surah Al Hujurat ayat 6. 

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (QS. Al Hujurat :6)

 

Demikianlah macam-macam penyakit hati yang terjadi di masa kini. Setelah kita mengenalinya, maka selanjutnya adalah berusaha untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut, karena selain dapat merugikan diri sendiri juga membahayakan bagi orang lain. Waspadalah!
Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.