Langsung ke konten utama

Ancaman yang Datang dari Dalam Diri Pemuda


Setiap orang tentu memiliki tantangan yang beragam dari dalam dirinya. Begitu pula dengan pemuda,  yang memiliki karakteristik progresif, senang mencoba hal-hal baru sehingga tidak jarang berakibat pada perilaku buruk. Oleh karenanya, seorang Pemuda tentu harus mengetahui betul mengenal dirinya.

Dalam berkehidupan, seseorang senantiasa terus mawas diri mendeteksi setiap ancam-ancaman yang ada baik dari dalam dirinya, maupun diluar dirinya. Hal ini dilakukan agar kita senantiasa selamat dan terlindung dari bahaya. 

Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surah At Tahrim ayat 6. 


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkannya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim : 6)


Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang beriman di perintahkan untuk senantiasa menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. Dalam hal ini, dimaksudkan untuk menghindari penyebab terjadinya diri dan keluarga kita masuk ke dalam neraka. 

Ancaman-ancaman yang senantiasa merongrong setiap manusia khususnya para pemuda diantaranya ancaman kemusyrikan, penyakit hati dan kebodohan. 

Kemusyrikan   


Syirik atau musyrik merupakan perbuatan yang menyekutukan Allah. Seseorang yang musyrik meyakini bahwa ada Tuhan lain selain Allah atau dalam kata lain adalah menduakan Allah. Mereka menyembah kepada selain Allah seperti patung, benda-benda langit, bebatuan, benda-benda lain dan manusia. 

Adapun syirik-syirik kecil yang dapat membahayakan ketauhidan seseorang diantaranya menggunakan benda yang dipercaya memiliki kekuatan, bersumpah selain atas nama Allah dan perbuatan-perbuatan riya yaitu berbuat baik semata-mata ingin mendapatkan pujian dari orang lain. 

Pada dasarnya, musyrik merupakan perbuatan yang merusak aqidah dan implikasinya hilangnya ketauhidan di dalam dirinya sehingga dirinya terancam untuk masuk ke dalam api neraka. Selain, itu ancaman kemusyrikan juga akan berakibat pada perilaku dimana seseorang tidak akan memiliki prinsip keimanan sehingga mudah goyah dan terganggu hasyratnya. 

Perbuatan syirik sendiri merupakan perbuatan yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah SWT dengan amal ibadah apapun. Kecuali dengan bertaubat nasuha dan kembali mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai syarat kesaksian pemurnian ketauhidan. 

Allah SWT berfirman dalam Quran Surah An Nisa ayat 48

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapapun yang mempersekutukan Allah maka dia telah berbuat dosa yang sangat besar. (QS. An Nisa : 48)

 

Penyakit Hati


Penyakitan hati dapat diartikan sebagai perbuatan yang sangat tercela sehingga dapat merugikan diri sendiri atau bahkan orang lain. Penyakit hati juga disebut sebagai perilaku yang memiliki kelainan mental (mental disorder) sehingga orang yang mengidapnya dapat menyebabkan kekacauan yang berujung menyiksa diri sendiri. 

Pemuda masa kini, yang memiliki banyak aktivitas di media sosial cenderung terkena penyakit hati seperti ingin dipuji orang lain (riya), sombong, julid dan nyinyir karena suatu postingannya di media sosial. 

Oleh karenanya, penyakit hati menjadi ancaman yang serius untuk kita hindari karena dapat merusak tatanan kehidupan, mental dan moral di masyarakat. 

Untuk lebih lanjut kita akan mengenal penyakit hati pada postingan berikutnya. 

Kebodohan 


Akal merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Akal berfungsi untuk membangkitkan potensi manusia yang ada di dalam dirinya sehingga mampu menentukan kebenaran dan kebatilan yang ada dihadapannya.  

Akan tetapi rasa malas yang sering kali melekat pada dalam diri manusia cenderung menjerumuskannya ke dalam kesesangraan dan kebodohan. Untuk menanggulanginya maka, mereka wajib belajar sehingga dapat terselamatkan dari ancaman kebodohan. 

Imam Syaf'i pernah berkata :

Jika kamu tidak tahan dengan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan. 


Kebodohan dapat menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan dan kesengsaraan di dunia dan di akhirat. Sementara penyebab dari kebodohan adalah malasnya belajar oleh karenanya sebagai pemuda yang ingin hidupnya terhindar dari kebodohan sudah sepantasnya untuk mencintai ilmu pengetahuan dengan memperbanyak belajar. 

Dari ketiga ancaman tersebut dimana semuanya bermuara pada diri sendiri, mengenali berbagai ancaman yang hendak merenggut jiwa kita maka perlulah kita waspada dan segera melakukan kiat-kiat untuk mengatasi ancaman tersebut.   
Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.