Ketika manusia lahir ke muka bumi, sering diibaratkan bagaikan selembar kertas putih. Artinya bersih tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa. Secara fisik emang kenyataannya demikian, tapi ketahuilah bahwa sebenarnya di dalam diri manusia menyimpan banyak potensi yang akan membawa kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dimasa mendatang.
Potensi diri ini tidak dapat dimunculkan dengan sendirinya, perlu adanya upaya-upaya kesadaran untuk memunculkan potensi ini, hal ini disebut dengan proses belajar. Proses belajar yang kita lakukan sejak dini hingga masa ketika ajal datang itulah yang mengantarkan pada perubahan dan perbaikan hidup.
Tidakkah terpikirkan oleh kita kenapa kita bisa berjalan, berlari, menghitung dan membaca, berbicara dan mendengar itu semua tidak terlepas dari proses belajar yang dilakukan sejak berada di lingkungan keluarga.
Allah SWT berfirman dalam Quran Surah An Nahl ayat 78
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl ayat 78).
Menggali Potensi Diri
Pernahkah kita merasa hidup stagnan, tidak ada kemajuan, atau masih bingung hari ini dan kedepannya mau ngapain? Perasaan tersebut akhirnya membuat hidup seakan tidak ada semangat bahkan cenderung tidak percaya diri dengan apa yang kita miliki saat ini.
Untuk itu, sudah saatnya kita mengembangkan diri dengan potensi yang kita miliki. Karena pada dasarnya, semua umat manusia dianugerahi kelebihan yang dimilikinya sebagai bekal hidup di dunia dan menebar kebermanfaatan bagi umat manusia.
Lantas bagaimana cara menumbuhkan atau membangkitkan potensi diri yang ada di dalam diri kita. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat menjadi pijakan dan langkah-langkah yang bisa kita lakukan.
1. Mengenali Diri Sendiri
Mengenali diri sendiri merupakan usaha untuk menyadarkan diri akan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh diri kita sendiri. Menerima apa adanya, segala yang terjadi pada diri dan apa-apa yang menjadi bagian dari kehidupannya.
Jika, kita tidak menemukan diri dalam perspektif diri sendiri kita dapat meminta bantuan kepada teman, sahabat, guru dan orangtua untuk mendefinisikan diri kita. Tentu saja, kita dapat menerima berbagai masukan dan perspektif orang-orang terhadap diri kita secara jujur dan objektif.
2. Mengembangkan Minat dan Bakat
Segala sesuatu yang kita lakukan, tentu memiliki implikasi terhadap diri kita seperti meningkatnya rasa semangat, atau rasa senang apabila kita melakukannya. Oleh karenanya, sesuatu hal yang membuat kita bersemangat harus dijadikan energi untuk di kembangkan.
Aktivitas yang membuat kita semangat seperti hobi atau pekerjaan lainnya merupakan minat yang mesti dikembangkan. Apabila kita memiliki keahlian atau menguasai sesutu dari berbagai minat yang kita dalami maka disanalah munculnya yang namanya "bakat".
Janganlah berhenti disana untuk puas dengan ahli dari sebuah minat dan bakat tetapi, tugas selanjutnya adalah mengembangkan apa yang menjadi bakat dari dalam diri kita sehingga menjadikan kita sebagai "profesional". Artinya, ketika bakat telah dikembangkan menjadi profesional maka disanalah bakat akan terlihat nilainya.
3. Perbanyak Membaca dan Berdiskusi
Menjadi seseorang yang berbakat dalam suatu bidang tertentu, tidak akan pernah berkembang sama sekali apabila nihil pengetahuan dan keilmuan dari bidang yang kita kembangkan. Dengan meningkatnya literasi yang kita lakukan maka akan semakin memudahkan kita menjadi seseorang yang profesional.
Membaca mungkin menjadi suatu aktivitas yang membosankan bagi beberapa kalangan. Akan tetapi, banyak hal yang akan kita dapat seperti sesuatu yang baru dari aktivitas membaca. Tidak perlu bergantung pada buku-buku, karena sekarang akses informasi sangat mudah sekali di dapat melalui internet sehingga, tidak ada alasan untuk kita merasa ketinggalan.
Tampaknya, membaca saja tidak akan cukup untuk mengembangkan bakat yang kita miliki maka, selanjutnya adalah dengan melakukan diskusi dengan orang-orang profesional di bidang tersebut atau orang-orang yang sama-sama memiliki minat dan bakat yang sama.
Dengan diskusi akan memudahkan kita mengakses informasi dan bertukar pikiran dengan apa yang kita pahami dari sebuah pengembangan bakat. Pertukaran informasi ini, akan memudahkan kita untuk mengembangkan minat dan bakat pada tahap selanjutnya.
4. Bereksperimen dan Siap Menerima Tantangan
Buatlah sesuatu yang baru dari dalam diri kita yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Memberanikan mencoba sesuatu hal yang baru akan membuat kita belajar hal baru, karena dengan demikian setiap aktivitas kita akan mendapatkan feed back yang sangat bermanfaat.
Sesuatu yang baru bukanlah hal yang menakutkan, justru hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk melihat sejauh mana kita dapat mengembangkan potensi diri yang kita miliki. Apabila kita senantiasa siap dalam menerima tantangan maka disana kita akan menemukan bahwa peluang dan keterampilan baru akan kita miliki.
5. Berkomunitas
Untuk melakukan pengembangan potensi diri, perlu sekali kita bergabung bersama komunitas yang memiliki minat dan bakat yang sama. Dengan berkomunitas kita akan mudah mendapatkan akses informasi dan teman diskusi, dan tentu saja mendapatkan mentor.
Dengan berkomunitas juga akan memudahkan kita melatih kecakapan-kecakapan soft skill seperti kepemimpinaan, toleransi, jiwa korsa, interaksi sosial dan sebagainnya. Hal ini penting sekali, karena akan meningkatkan kualitas yang dimiliki oleh seseorang.
6. Menentukan Fokus Pengembangan Bakat
Jika sudah menemukan yang seharusnya dikembangkan, berusahalah untuk fokus mengembangkannya. Karena yang demikian itu adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan. Dengan kefokusan kita dalam mengembangkan bakat maka, jarak dengan profesional telah dekat.
Oleh karenanya, ayo semangat dalam mengembangkan bakat yang kita miliki sehingga hal itulah yang menjadi diri kita. Ketika bakat tersebut telah menyatu dengan diri kita maka, orang-orang akan mengenal dengan karakteristik bakat yang dimiliki.
.png)

Komentar
Posting Komentar