Dewasa kini, mencari penghidupan teramat sulit dirasakan oleh kaum muda. Pasalnya, angkatan kerja dan lapangan kerja yang tersedia sebanding sehingga menyebabkan banyak kaum muda tidak mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat menghidupi kebutuhannya sendiri.
Tentu kita merasakannya sendiri bukan? pasca mengenyam pendidikan SMA atau bahkan perguruan tinggi dengan harapan dapat bekerja dan belajar mandiri untuk tidak meminta uang jajan pada orangtua, ternyata hal tersebut tidak semudah yang kita pikirkan.
Permasalahan pengangguran rupanya bukan hanya terjadi di kota-kota besar tetapi justru lebih banyak terjadi di daerah-daerah terutama di wilayah pedesaan. Desa-desa yang menopang kebutuhan pangan di kota juga rupanya memiliki ancaman serius karena pemudanya kurang tertarik untuk meneruskan profesi bapak-bapaknya yang petani.
Penyebab utamanya adalah terjadinya industrialisasi dan kemajuan teknologi yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan lebih baik dengan penghasilan lebih tinggi. Sehingga, hal ini memicu terjadinya urbanisasi dan desa banyak kehilangan kaum mudanya karena memilih mengadu nasib di wilayah perkotaan.
Urbanisasi Pilihan Kaum Muda
Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang diharapkan di wilayah pedesaan karena ketidakmerataannya proses pembangunan ekonomi menyebabkan kaum muda lebih memilih melakukan urbanisasi. Urbanisasi merupakan proses perpindahan penduduk desa ke kota dalam rangka mencari penghidupan yang lebih baik.
Menurut Shogo Kayono urbanisasi adalah perpindahan dan pemusatan penduduk secara nyata yang memberi dampak dalam hubungannya dengan masyarakat baru yang dilatarbelakangi oleh faktor sosial, ekonomi, politik dan budaya.
Faktor Penyebab Urbanisasi
Urbanisasi bukan lagi sesuatu yang mustahil terjadi, hal ini sudah menjadi realitas bagi masyarakat dunia dan bukan hanya di Indonesia. Kota-kota besar menjadi tujuan yang gemari oleh masyarakat urban, di Indonesia seperti halnya Jakarta, Bandung, Surabaya, Tangerang, dan sebagainya.
Adapun arus urbanisasi ini biasanya dilakukan pada momentum-momentum hari besar seperti pasca Idul Fitri, Natal dan Tahun baru. Hal ini menyebabkan kota harus siap menampung dan menerima kondisi penduduk kota yang bertambah.
Adapun faktor penyebab urbanisasi terbagi menjadi dua yaitu faktor penarik dan faktor pendorong terjadinya urbanisasi.
Faktor Penarik Urbanisasi
Faktor penarik terjadinya urbanisasi meliputi.
- Anggapan masyarakat desa bahwa lapangan kerja dan mudah mendapatkan penghasilan lebih banyak tersedia di kota daripada di desa.
- Fasilitas pendidikan, kesehatan dan tempat hiburan di kota lebih memadai.
- Keahlian di kota lebih dihargai dan tersalurkan dengan baik.
- Kota memiliki ragam kebudayaan dan peradaban yang tinggi.
- Upah kerja di kota lebih tinggi.
Faktor Pendorong Urbanisasi
Faktor pendorong terjadinya urbanisasi meliputi,
- Lahan yang semakin menyempit sehingga menyebabkan terjadinya kemiskinan.
- Terbatasnya lapangan pekerjaan di desa.
- Upah buruh di desa lebih rendah dari pada di kota.
- Adat istiadat yang ketat terhadap pendidikan di desa menyebabkan, tidak semua orang mendapatkan akses pendidikan dengan layak.
- Ketrebatasan fasilitas pendidikan, kesehatan dan tempat hiburan yang ada di desa.
Dampak Urbanisasi Bagi Kaum Muda
Urbanisasi tentu saja berdampak bagi kaum muda, bukan hanya di pedesaan tetapi juga diperkotaan. Dampak inilah yang kemudian akan memunculkan nilai positif dan negatif dari terjadinya urbanisasi.
Bagi masyarakat urban sendiri sebagai pelaku urbanisasi, tentu memiliki dampak positif yang memilikinya akses hidup di kota dengan mendapatkan pekerjaan yang layak, upah yang layak, akses pada fasilitas pendidikan dan kesehatan yang baik.
Disisi lain, kota memiliki beban dan terdampak atas adanya urbanisasi sehingga harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk menghadapi masyarakat urban. Adapun dampak negatif dari terjadinya urbanisasi diantaranya,
- Terjadinya penambahan penduduk kota
- Kemacetan dan kepadatan lalu lintas sehingga menyebabkan angka kecelakaan lalu lintas meningkat.
- Pengangguran, tunawisma dan gelandangan merebak karena tidak siapnya jumlah tempat tinggal yang tersedia.
- Tumbuhnya pemukiman ilegal dan kumuh di pinggiran kota.
- Meningkatnya angka kriminalitas
- Terjadi penetrasi dan akulturasi budaya setempat dengan pendatang.
Demikianlah dampak yang terjadi dalam aktivitas urbanisasi. Ketidakmerataan dan kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi di desa dan perkotaan menyebabkan kaum muda seperti tidak punya pilihan lain selain urbanisasi. Selain itu, jika akses lapangan kerja di desa tidak tersedia dengan baik juga akan menyebabkan banyak pengangguran di pedesaan.
.png)
Komentar
Posting Komentar