Langsung ke konten utama

Tantangan Pemuda Dari Berbagai Aspek Kehidupan


Bukan pemuda namanya kalo hidupnya tanpa tantangan. Secara umum, tantangan kehidupan akan selalu datang silih berganti, hal tersebut juga akan mendidik kaum muda untuk bertindak secara bijak dan dewasa karena, pada masa-masa inilah proses pendewasaan itu dimulai. 

Kendati demikian, tantangan tersebut bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan, melainkan harus dihadapi dengan penuh tanggungjawab dan keberanian. Sebab, masih banyak pemuda yang takut dengan tantangan yang dihadapinya di masa depan bahkan cenderung mengikuti arus perkembangan masa kini. 

Arus zaman, yang selamanya positif tidak begitu dikenalinya dengan seksama sehingga kaum muda akan mudah kehilangan jati dirinya dan terlena dengan segala macam hiasan dunia yang dipenuhi dengan fatamorgana kesenangan, hedon, dan hura-hura yang sifatnya sementara dan mengorbankan masa depan. 

Pada dasarnya tantangan zaman ini telah menyusup ke dalam sendi-sendi kehidupan kaum muda. Aspek-aspek kehidupan menjadi sebuah problematik yang dilematis bagi kaum muda diantara adalah situasi ideologi, politik, ekonomi,  sosial dan budaya.

Situasi Ideologi 


Secara sederhana ideologi dapat diartikan sebagai cara pandang, ide dan gagasan. Hal ini di identikan dengan suatu kondisi dimana negara atau sekelompok orang dalam memecahkan suatu permasalahan yang bersifat sosial atau ekonomi. 

Menurut Gramsci ideologi adalah bentuk kekuasaan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mempertahankan dominasinya. Termasuk didalamnya adalah bentuk nilai, norma, gagasan dan budaya sehingga menyatu dengan kehidupan masyarakat. 

Jika demikian, bagaimana dengan kondisi pemuda saat ini yang justru mulai meninggalkan nilai-nilai dan norma-norma ketimuran dan beralih pada perilaku dan tindakan yang liberal. Tidak kuatnya nilai-nilai yang menjadi dasar gagasan pemuda dalam beraktivitas bahkan cenderung apatis terhadap kehidupan bersosial. 

Situasi ideologi yang bercampur baur dengan kehidupan barat yang bebas nilai dan norma sehingga perlahan-lahan mengikis cara pandang kaum muda dalam menentukan arah dan nasib diri dan bangsanya sendiri. 

Situasi Politik


Situasi politik saat ini memberikan pengaruh besar terhadap kaum muda. Hal ini dapat dirasakan bukan hanya melalui pada saat masa pemilihan umum saja, melainkan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah yang kemudian berpengaruh dalam keberlangsungan kehidupan pemuda. 

Politik yang stabil dan memihak kepada kaum muda tentu akan memudahkan kaum muda dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Sebaliknya, jika situasi politik tidak stabil dan bahkan terjadi huru hara di sebuah negara akibat dari kebijakan yang menyengsarakan maka, pemuda tidak akan mudah dalam menjalankan kehidupannya. 

Situasi politik menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena itulah kepekaan dan daya kritis pemuda terhadap kebijakan-kebijakan harus di tingkatkan. Terjadinya keinsyafan akan kebijakan pemerintah oleh kaum muda akan menjadi gerakan kesadaran kaum muda dalam melawan tantangan situasi politik yang terjadi. 

Situasi Ekonomi


Pengangguran dan urbanisasi mungkin masih menjadi momok bagi kaum muda dan pemerintah di tanah air ini. Bagaimana tidak, kesulitan hidup masyarakat kaum muda yang saat ini terjadi akan menjadi beban negara dan berdampak pada produktivitas pemuda. 

Pada tahun 2023 angka pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta orang atau sekitar 5,32% dari jumlah penduduk Indonesia. Meskipun terbilang relatif rendah dibandingkan tahun sebelumnya tapi pengangguran dan kondisi ekonomi kaum muda masih menjadi PR dan tantangan yang harus dihadapi. 

Situasi ekonomi yang baik bagi kaum muda, akan mendorong kaum muda lebih produktif, sebaliknya apabila situasi ekonomi memburuk maka kaum muda akan mudah terprovokasi untuk berbuat kriminal. Tantangan mengenai situasi ekonomi bagi kaum muda adalah sebuah problematik yang harus mendapatkan uluran tangan dari pihak pemerintah. 

Situasi Sosial dan Budaya


Di era disrupsi dimana perubahan kehidupan sosial masyarakat yang biasanya hanya berada di lingkungan kelompoknya, kini harus kehidupan sosial itu bergeser pada dunia maya. Dimana, manusia di dunia ini lebih banyak menghabiskan waktu bersosialisasi melalui media internet daripada dunia nyata, termasuk di dalamnya adalah kaum muda. 

Perubahan sosial yang terjadi saat ini memungkinkan terjadinya akulturasi budaya secara besar-besaran di seluruh dunia sehingga memunculkan budaya baru. Budaya baru ini, kemudian menjelma menjadi sebuah tren yang memungkinkan hal-hal negatif dan merusak kaum muda termuat di dalamnya. 

Tantangan situasi sosial dan budaya ini menyebabkan kaum muda harus secara benar-benar memiliki prinsip peradaban yang sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh bangsa kita. Diantara nilai-nilai itu adalah dari penanaman ajaran agama dan pendalaman nasionalisme. 

Demikianlah tantangan pemuda saat ini yang harus dihadapi dari berbagai aspek kehidupan. Tantangan ini, bukan semata-mata untuk melemahkan mentalitas dan pengaruh kaum muda melainkan, menjadi semangat baru bagi kaum muda untuk lebih giat belajar dan berlomba-lomba menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. 
Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.