Langsung ke konten utama

Pemuda Wajib Tahu, Ini Perbedaan Seks dan Seksualitas

Pernah mendengar istilah seks dan seksualitas? bagi seorang pemuda siapa sih yang ngak asing dengan istilah tersebut? Sekilas mungkin terkesan dikaitkan dengan aktivitas hubungan seksual dimana terjadinya persetubuhan antara laki-laki dan perempuan. Meskipun, secara umum masih dianggap tabu untuk membicarakannya tapi rata-rata pemuda saat ini tahu apa maksudnya. 

Pada umumnya memang istilah seks dan seksualitas dianggap sebagai sesuatu yang sama tapi, sesungguhnya keduanya memiliki perbedaan yang jelas-jelas adanya. Dari sudut pandang yang menganggap bahwa seks dan seksualitas memiliki pemaknaan yang sama tentu akan berpengaruh pula dalam bagaimana ia memandang makna seks dan seksualitas. 

Lantas apa pengertian yang sesungguhnya mengenai seks dan seksualitas tersebut. Berikut ini akan kami sampaikan sehingga tidak mengaburkan makna yang terkandung dalam istilah seks dan seksualitas. 

Pengertian Istilah Seks dan Seksualitas


Terminologi istilah seks dan seksualitas sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak jarang penggunaannya sering kali tidak tepat sehingga pemaknaan yang terkandung dalam pembahasan istilah tersebut juga mengakibatkan kekeliruan. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) seks diartikan sebagai jenis kelamin yang tentu saja berkaitan alat kelamin, sehingga diidentikan dengan aktivitas senggama atau persetubuhan dan birahi. Sementara seksualitas merupakan ciri, sifat atau dorongan seks, peranan seks atau kehidupan seks. 

Sederhananya seks selalu dikaitkan dengan kondisi biologis seseorang yang secara fisik berupa alat reproduksi, dan proses bagaimana reproduksi itu terjadi. Pembedaan antara laki-laki dan perempuan dapat dilihat dari jenis kelaminnya. Apabila ia memiliki penis beserta komponen lainnya seperti testis, clostrum dan lainnya maka ia disebut laki-laki. Apabila ia memiliki vagina beserta komponen lainnya seperti clitoris, ovaria dan lainnya maka ia adalah perempuan. 

Sementara pengertian seksualitas dapat diartikan secara luas bukan sekadar aktivitas seks. Seksualitas biasanya diidentikan dengan proses eksistensial dimana menunjukan keberadaannya sebagai laki-laki dan perempuan yang diwujudkan dalam bentuk tingkah laku. 

Seksualitas sebagai tingkah laku merupakan perwujudan eksistensial laki-laki dan perempuan. Sederharananya dapat dibedakan melalui area biologis atau fisik dan metafisik. 

Pada area biologis atau fisik manusia menyadari bahwa dalam dirinya terdapat fenomenologis bahwa ia memiliki tubuh dan hidup dalam realitas. Singkatnya tubuh ini yang membedakan antara ia sebagai laki-laki atau perempuan. Sehingga kesadarannya telah menentukan bagaimana ia harus perilaku sebagai laki-laki atau perempuan. 

Adapun pada area metafisik merupakan kesadaran atas eksistensi diluar dirinya dimana ia hidup bukan hanya sebagai makhluk individu yang memiliki tubuh dan hidup tetapi, ada realitas lain yang memiliki hidup yang sama. Sehingga hal tersebut yang mendorongnya untuk menerima realitas diluar dirinya dalam hal ini dikatakan sebagai makhluk sosial. 

Dorongan Seksual 


Jika demikian pengertian seks dan seksualitas lantas bagaimana dengan dorongan seksual? Dorongan seksuali merupakan kondisi individu dalam mendapatkan kepuasan seksualnya melalui perilaku seksual. Dorongan seksual biasa terjadi pada awal-awal pubertas yang terjadi pada diri seorang remaja. 

Organ-organ biologis yang terdapat dalam tubuh laki-laki dan perempuan mengalami proses pematangan pada masa puber. Hormon testosteron yang ada pada laki-laki begitu pula hormon esterogen dan progesteron yang ada pada perempuan membentuk dorongan libido birahi untuk melakukan reproduksi.

Dorongan seksual yang terjadi pada seorang laki-laki dan perempuan pada umumnya sama besarnya. Tidak ada yang lebih besar diantara keduanya, hanya paradigma sosial masyarakat yang menggiring bahwa laki-laki dorongan seksualnya lebih besar ketimbang perempuan. Sehingga laki-laki lebih ekspresif menunjukkannya daripada perempuan. 

Kendati demikian dorongan seksual yang dapat menimbulkan perilaku seksual masih dapat dikendalikan oleh diri seseorang. Sehingga orang tersebut dapat menyalurkan hasrat seksual dengan baik dan benar. 

Perilaku Seksual


Apa yang ada didalam pikiran kita ketika mendengar kelimat perilaku seksual? apakah mengaitkan hal tersebut dengan konotasi yang "negatif"? Biarpun kebanyakan orang menganggap bahwa perilaku seksual erat kaitannya dengan hubungan seks tetapi, sesungguhnya perilaku seksual merupakan perilaku yang diakibatkan oleh dorongan seksual. 

Perilaku yang dihasilkan dari adanya dorongan seksual tidak melulu menjurus pada aktivitas senggama tetapi beberapa aktivitas lainnya seperti saling berpegangan tangan, berpelukan, mencium kening, mencium tangan, dan sentuhan yang ditimbulkan oleh aksi dan reaksi. 

Perilaku seksual sendiri merupakan bagian dari hasil interaksi antara seseorang dengan lingkungannya yang disebabkan oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu pertama, proses biologis yang ada di dalam diri sesorang sehingga menyebabkan produksi hormon pemicu dorongan seksual berkembang sesuai perkembangan usianya. Kedua, pemahaman yang rendah terhadap kesehatan reproduksi membuat pengambilan keputusan seorang remaja keliru dalam berperilaku seksual. 

Adapun faktor eksternal dapat meliputi, 

  1. Peranan orangtua yang kurang komunikasi dan memberikan edukasi terhadap anakanya sehingga memunculkan penyimpangan perilaku seksual. 
  2. Teman sebaya disertai pergaulan yang kurang sehat menimbulkan perilaku seksual yang tidak sehat.
  3. Pendidikan yang tidak menjamah pada pemahaman anak mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. 
  4. Teknologi informasi

Terlepas dari apa yang menjadi faktor munculnya dorongan seksual sehingga membentuk perilaku seksual sesorang. Segala sesuatu yang berhubungan seksual dapat dikatakan sebagai peristiwa yang manusiawi, hanya saja dalam mewujudkannya kadang terdapat perilaku seksual yang menyimpang. Oleh karena itu, penting bagi kaum muda untuk belajar mengenai pendidikan seksual sehingga dapat menyalurkan hasrat seksual dengan baik dan sehat. 

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.