Langsung ke konten utama

Gejala Gangguan Kecemasan dan Upaya Mengatasinya


Menjadi muda memang sangat penuh tantangan, apalagi persoalan dengan kejiwaan yang sering kali menyebabkan kita tersesat sehingga merasa takut meraih sesuatu yang kita harapkan. Takut, gelisah dan cemas terkadang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga tidak dapat mengoptimalkan hari yang selalu berarti. 

Sebagai manusia mungkin bisa dianggap hal yang wajar ketika suatu saat ada di dalam satu kondisi yang membuat diri kita cemas. Sayangnya, jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus dan berlebihan justru akan membuat diri kita celaka baik secara fisik maupun psikis. 

Apa Itu Perasaan Cemas?


Pada diri seorang remaja yang mengalami adanya masa transisi akan memicu terjadinya pergolakan pemikiran, emosi dan perasaan yang cukup besar. Rasa cemas dalam menghadapi sesuatu yang baru  didepannya terkadang menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa terelakkan. 

Cemas atau kecemasan adalah perasaan khawatir atau takut akan sesuatu hal. Perasaan ini biasanya dipicu oleh rasa takut akan kegagalan, beberapa orang diantaranya merasa khawatir akan penilaian orang lain terhadap dirinya bahkan, sebagian lainnya di dalam keluarga yang baik terdapat juga kecemasan. 

Kecemasan secara umum dapat mengganggu siapa saja baik tua maupun muda. Kecemasan biasanya disebabkan oleh internal dirinya yang memiliki perasaan takut dan khawatir serta didukung oleh kondisi eksternal seperti lingkungan hingga kondisi bencana alam. 

Kecemasan yang diakibatkan atas hubungannya dengan lingkungan disebut kecemasan sosial. Pada dasarnya kecemasan sosial merupakan rasa takut dan khawatir dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang kemudian disebut juga sebagai fobia sosial. Hal ini akibatkan atas perilaku seseorang yang dievaluasi secara negatif oleh orang lain sehingga seseorang tersebut merasa malu atas dirinya sendiri. 

Kecemasan sosial ini menyebabkan seseorang menghindari atas terjadinya interaksi sosial di lingkungan sosial seperti di sekolah, kampus, wawancara kerja, bertanya ke kasir, bertemu dengan orang baru, masuk ke dalam toilet umum karena takut dihina dan dipermalukan. 

Bagaimana Kecemasan Bisa Terjadi?


Menurut stanford medicine sebagaimana dilansir pada laman kompas.com menyatakan bahwa kecemasan sosial pada umumnya terjadi karena disebabkan oleh faktor biologis dan lingkungan. 
Secara biologis kecemasan dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara hormon norepinefrin dan hormon serotonin dalam otak manusia. Efek kimia yang terjadi di dalam otak manusia tersebut yang menyebabkan terjadinya kecemasan. 

Sementara faktor lingkungan yang menyebabkan terjadi kecemasan diantaranya adalah lingkungan keluarga. Ketakutan seorang orangtua terhadap anaknya, juga dapat memicu hal yang sama atas apa yang dilakukan oleh sang anak. Orangtua yang biasanya mengkomunikasikan rasa takut dan khawatirnya kepada anak dapat menambah kepekaan alami anak dalam merespon kegelisahan sehingga menjadi sebuah siklus. 

Kejadian traumatis yang dialami dalam sebuah keluarga juga dapat menjadi biang daripada kegelisahan seseorang. Contohnya saja karena kematian orangtua, broken home, perceraian, kecelakaan dan banyak lagi lainnya. 

Kecemasan seseorang juga bisa diakibatkan oleh situasi sosial yang berkaitan dengan peforma mereka dalam sebuah penampilan diantaranya seperti berpidato, menari, menyanyi, mengikuti lomba olahraga dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini bisa dikatakan juga sebagai demam panggung. Bahkan kebanyak orang telah mencemaskan kejadian tersebut berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum penampilan itu dimulai. 

Gejala Orang yang Mengalami Kecemasan 


Ada beberapa gejala orang yang dapat mengalami kecemasan diantaranya dilihat dari sudut pandang psikis dan sudut pandang fisik. 

Gejala Psikis


Gejala psikis adalah gejala yang diakibatkan adanya pertentangan di dalam jiwa atau erat kaitannya dengan kondisi emosional seseorang. Gejala psikis ini meliputi beberapa diantaranya, 

  • Ketakutan yang berlebih dalam melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kekhawatiran yang berulang kali
  • Merasa resah dan gelisah
  • Selalu waspada
  • Merasa gugup terus menerus
  • Tampak menahan diri dari emosi
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Stres

Gejala Fisik


Selain gejala-gejala kecemasan dapat berbentuk gejala psikis tapi, dapat disertai pula dengan gejala fisik yang terjadi pada seorang yang menderita kecemasan sosial. 

  • Jantung berdebar-debar sangat kencang
  • Munculnya keringat yang berlebihan
  • Sesak nafas
  • Wajah memerah
  • Otot menjadi tegang sehingga membuat postur tubuh kaku
  • Tidak bisa diam dan tenang
  • Mual dan pusing
  • Telapak tangan mudah berkeringat

Upaya Mengatasi Gangguan Kecemasan


Gangguan kecemasan sungguh tidak menyenangkan, karena hal tersebut dapat merusak peforma kita dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari bahkan mengganggu profesionalitas seseorang. Ada beberapa hal yang dapat kita upayakan dalam mengatasi gangguan kecemasan tersebut diantaranya.

Meningkatkan Spiritualitas


Upaya pertama yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kecemasan adalah dengan kembali mengingat Tuhan. Melakukan pendekatan spiritual dengan cara berdo'a, mengaji, sholat serta mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. 

Olahraga


Olahraga dapat memproduksi hormon dopamin yaitu hormon untuk kebahagiaan. Olahraga ringan yang dapat dilakukan dalam keadaan mengalami kecemasan diantaranya seperti jalan santai atau joging, senam lantai atau yoga. Lakukanlah aktivitas olahraga tersebut selama 15-20 menit dan berusahalah untuk menjauhi hal-hal yang membuat kita menjadi cemas.

Positive Thinking


Kecamasan sejak awal dapat disebabkan oleh adanya pengaruh pikiran-pikiran yang buruk, pesimistis, bahkan sampai over thinking. Dengan berpikir lebih jernih, mengevaluasi pikiran-pikiran yang menyebabkan kita cemas dengan selalu mengambil sudut pandang positif dengan postive thinking. 

Mengatur Pernafasan


Gejala lain yang menyebabkan kecemasan adalah sesak nafas dikarena efek kejut yang direspon oleh tubuh kita. Oleh karenanya, untuk mengatasinya cobalah untuk tenang sejenak kemudian atur panjang nafas dan lakukan hal tersebut selama 5 menit. 

Aromaterapi


Wangi aromaterapi akan menenangkan pikiran sehingga menjadi rileks. Ada banyak jenis aromaterapi yang dapat digunakan seperti dupa, lilin, minyak dan sebagainya. Aromaterapi akan membantu mengaktifkan stimulus yang ada di dalam otak kita sehingga membuat tenang dan rileks sehingga mampu mengurangi rasa cemas yang melanda diri kita. 

Demikianlah upaya-upaya yang dapat kita lakukan dalam mengurangi rasa cemas. Adapun jika kita mengalami rasa cemas yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan memohon bantuan medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Biasanya hal-hal lain yang bisa dilakukan dalam penanganan kondisi kecemasan adalah dengan melakukan terapi kognitif yaitu dengan melakukan langkah pertolongan kepada seseorang untuk mengelola kecemasan sehingga akan merasa lebih baik. 

Obat-obatan anti depresan juga dapat membantu orang yang mengalami kecemasan akut untuk bertindak lebih tenang. Tentu penggunaan obat-obatan seperti ini harus dengan resep dokter. 

Peran keluarga juga sangat penting dalam menangani orang yang mengalami kondisi kecemasan seperti demikian. Oleh karenanya, keluarga perlu memperhatikan setiap anggota keluarganya sehingga kesehatan mentalnya lebih terjaga. 

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.