Langsung ke konten utama

Pemuda di Bawah Bayang-bayang Narkoba dan Minuman Keras


Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif atau yang biasa disingkat Napza ini sebenarnya memiliki beragam manfaat bagi dunia kesehatan. Masalahnya, hal tersebut sering sekali disalahgunakan untuk kesenangan sesaat. 

Pemuda sebagai generasi yang menjadi tumpuan dan harapan di masa depan, telah mengalami ancaman serius karena tidak sedikit kaum muda yang terpengaruh oleh bahaya narkoba dan minuman keras yang kerap menjadi pelampiasan kaum muda. 

Sejauh ini, upaya yang dilakukan oleh pemerintah dengan membuat badan narkotika nasional yang semata-mata untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba masih belum optimal nyatanya, pengguna narkoba dan minuman keras di kalangan pemuda masih marak terjadi di penjuru Indonesia. 

Apa Itu Narkoba dan Minuman Keras?


Narkotika dan obat-obatan berbahaya biasa disebut narkoba merupakan zat atau obat-obatan dari tanaman yang pada dasarnya memiliki efek penurunan bahkan perubahan kesadaran, mengurangi rasa nyeri, menghilangnya rasa dan dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan. 

Semntara minuman keras merupakan minuman yang memiliki kadar alkohol yang tinggi dan tentu saja berakibat pada memburuknya kesehatan seseorang. Selain itu, alkohol juga dapat mengakibatkan orang yang meminumnya merasa ketagihan. 

Pada umumnya, minuman keras dan narkoba jelas-jelas sesuatu yang berbeda tapi keduanya memiliki implikasi yang sama dan dapat menyebabkan ketergantungan kepada pelakunya. Selain itu, orang yang sering minuman keras besar kemungkinan untuk menggunakan narkoba daripada orang yang non minuman keras. Apabila keduanya menjadi candu maka, dapat dipastikan akibat kesehatan yang akan dideritanya lebih buruk. 

Penggunaan Narkoba dan Minuman Keras di Kalangan Pemuda


Masa transisi merupakan masa yang krusial, karena dorongan untuk mencoba sesuatu yang baru menempatkan kaum muda berada dalam posisi yang membahayakan. Masalahnya, sesuatu yang dilarang bisa saja di langgar termasuk soal penggunaan narkoba dan minuman keras. 

Pengguna narkoba di Indonesia sebagaimana di lansir dari laman kompas.com mencapai 3,3 juta orang dan ini sudah memasuki fase yang krisis. Pernyataan BNN terhadap penyalahgunaan narkoba ini di dominasi oleh kaum muda yang masih labil secara kejiwaan. 

Sementara itu pemuda yang sering konsumsi minuman keras juga mendapatkan perhatian lebih hal ini diindikasikan karena masih maraknya penjualan minuman beralkohol di Indonesia yang secara ilegal beroperasi dari desa hingga kota. 

Bahaya narkoba dan minuman keras di kalangan pemuda tentu harus memiliki tekanan yang lebih dalam lagi, karena masih banyak pemuda yang masih tergoda untuk mencoba-coba terjerumus ke dalam jebakan narkoba. 

Bahaya Narkoba dan Minuman Keras


Secara umum, yang paling bahaya diantara narkoba dan minuman keras adalah ketika keduanya telah memasuki fase ketergantungan sehingga menjadi candu. Dimana hal tersebut akan mengganggu kondisi psikis dan fisiknya. 

Orang yang ketergantungan terhadap narkoba dan minuman keras secara kejiwaan akan mengalami keguncangan dan bahkan berakibat pada tidak stabilnya kejiwaan karena terus merasa ingin menggunakannya. Selain itu orang yang kecanduan juga akan mengalami halusinasi bahkan sampai hilangnya kesadaran. 

Dari sudut pandang kesehatan fisik sangat jelas merusak kesehatan diantaranya penggunaan opoid menyebabkan menurunnya fungsi pernapasan, overdosis bahkan hingga kematian. Adapun penggunaan kokain atau methaphetamine dapat menyebabkan terjadinya kerusakan organ, serangan jantung, hingga stroke. 

Begitu pula dengan minuman keras dapat merusak fungsi hati, jantung, sistem pencernaan bahkan sampai kerusakan pada otak. Hal tersebut juga akan berakibat terjadinya gangguan berpikir sehingga tidak dapat berkonsentrasi bahkan sampai menyebabkan stres dan depresi. 

Keluar Dari Bayang-bayang Narkoba dan Minuman Keras


Sebisa mungkin apabila kita telah mengenal bahkan mencoba atau mungkin telah berada pada fase candu, hal yang bisa kita lakukan adalah stop, berhenti untuk melakukan itu. Karena selain dapat merusak fisik dan kejiwaan kebiasaan tersebut dapat merusak masa depan kita. 

Ada baiknya melakukan rehabilitasi dan terbuka kepada orang-orang terdekat untuk mendapatkan dukungan moral dan semangat baru untuk menjalani hidup yang lebih baik. Ada cara-cara lain untuk menunjukan kesenangan dan kebahagiaan yang lebih manusiawi dan bernilai positif. 

Sebagai pemuda, tentu yang harus dilakukan adalah memaksimal potensi kreatif dan inovatif yang ada didalam diri kita. Bergabunglah dengan komunitas atau kelompok-kelompok organisasi kepemudaan yang dapat mewadahi diri kita secara maksimal. Terbukalah, dan gali energi positif yang ada di dalam diri. 

Peran agama dan orang-orang soleh disekitar kita juga sangat penting keberadaannya. Pemuda, yang taat beragama sedikit kemungkinan untuk terpengaruh ke dalam bayang-bayang narkoba dan minuman keras karena hal itu jelas-jelas telah terlarang dalam agama manapun. Dengan kedekatan kita bersama orang-orang soleh mungkin akan menjadi alarm dalam hidup untuk mendapatkan petunjuk lebih baik daripada melampiaskan pada narkoba dan minuman keras. 
Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.