Langsung ke konten utama

Menakar Semangat Patriotisme dan Nasionalisme Kaum Muda

Pemuda selalu di identikan dengan semangat dan jiwa yang selalu membara dalam kreativitas, inovasi, dan tentu saja selalu menginspirasi. Pemuda yang demikianlah yang diharapkan oleh bangsa dan negara untuk memajukan negara dan bangsanya. 

Indonesia sebagai negara yang besar dan kaya tentu tidak akan berdiri tegak tanpa dukungan dan semangat kaum muda. Semangat ini yang kemudian bermertamorfosis menjadi kecintaan terhadap tanah air sehingga memunculkan adanya semangat patriotisme dan nasionalisme. 

Sayangnya, akhir-akhir ini kita dihadapkan fakta bahwa masih banyak sebagian kaum muda yang tidak mengenal negara dan bangsanya sendiri. Hal tersebut tentu saja dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan kaum muda apatis terhadap sikap bela negara. Untuk menanganinya, maka diperlukan menanamkan kembali nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme di kalangan kaum muda. 

Perbedaan Patriotisme dan Nasionalisme 


Pada dasarnya patriotisme dan nasionalisme merupakan cerminan dari pengamalan pancasila sila ketiga yaitu "Persatuan Indonesia". Penanaman nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme tentu harus didasari dengan pemahaman patriotisme dan nasionalisma itu sendiri. 

Patriotisme adalah bentuk cinta kasih sayang terhadap tanah air, rasa kepedulian terhadap negara dan kesejahteraan sesama sebangsa yang berada di negara tersebut. Dalam hal ini, cakupan patriotisme sangat menyeluruh dan selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsanya. 

Sementara nasionalisme adalah sikap bela negara yang didasarkan pada hubungan kebangsaan, etnis, atau kelompok tertentu. Dalam hal ini, rasa mencintai terhadap suatu bangsa didasarkan pada kesamaan fisik sehingga memunculkan sikap bangsanya lebih baik daripada bangsa lain. 

Secara umum, patriotisme dan nasionalisme tidak bisa terpisahkan sebagai suatu entitas. Hal tersebut sangat dibutuhkan oleh negara untuk mencapai tujuan bersama dan mencapai satu kesatuan bangsa. 

Degradasi Semangat Patriotisme dan Nasionalisme Kaum Muda


Hari ini kaum muda lagi-lagi diuji kesadarannya untuk cinta tanah air disertai semangat patriotisme dan nasionalisme tumbuh dan berkembang di dalam jiwanya. Dengan kemajuan teknologi, disertai permasalahan umum dalam negeri seperti situasi ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya berpengaruh besar terhadap degradasi kadar patriotisme dan nasionalisme kaum muda. 

Degradasi atau menurunnya kadar semangat patriotisme dan nasionalisme kaum muda menjadi polemik yang serius dan menjadi perhatian pemangku kebijakan dan terkhusus kaum muda itu sendiri. Tentu saja hal tersebut akan berdampak pada masa depan bangsa dan negara itu sendiri. 

Degradasi tersebut tentunya bukan tanpa sebab, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut diantaranya faktor internal dan eksternal. 

Faktor Internal


Faktor internal yang menyebabkan terjadinya degradasi semangat patriotisme dan nasionalisme di kalangan kaum muda, diukur dari pengaruh yang terjadi di dalam bangsa sendiri diantaranya, 

  1. Adanya kekecewaan kaum muda terhadap kebijakan pemerintah yang jauh dari yang diharapkan kaum muda pada umumnya. 
  2. Keluarga beserta lingkungan yang tidak mencerminkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme. 
  3. Demokrasi dikorupsi, karena terlalu berlebihan sehingga melewati batas etika, sopan santun, dan maraknya unjuk rasa karena ketidak puasan. 
  4. Ketertinggalannya bangsa Indonesia dalam kemjuan di semua aspek kehidupan dibandingkan dengan negara lain, sehingga memunculkan rasa tidak bangga terhadap negaranya sendiri. 
  5. Masifnya sikap etnosentrisme yang mementing kesukuan dan kedaerahan bahkan sampai pada titik terekstrim dimana suku sendiri lebih baik daripada suku lain sehingga mengabaikan persatuan dan kesatuan bangsa. 

Faktor Eksternal


Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang disebabkan oleh pengaruh dari luar bangsa sendiri diantaranya, 

  1. Kemajuan teknologi yang membuat akselerasi globalisasi kian masif tanpa batas ruang dan waktu menyebabkan nilai moral kaum muda kian tergerus. Hal tersebut berakibat terjadinya kaum muda lebih memilih kebudayaan bangsa lain daripada bangsanya sendiri. 
  2. Paham liberalisme yang dipasarkan oleh bangsa-bangsa barat menjadi kanker bagi ideologi bangsa sehingga kaum muda mengadopsi pemahaman tersebut dan lambat laun mendarah daging dipikirannya. 
  3. Produk lokal tidak lagi menjadi kebanggaan. Maraknya produk import menyebabkan kecintaannya terhadap produk lokal kian menurun dan bahkan lebih bangga menggunakan produk luar negeri daripada dalam negeri. 

Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme 


Menurunnya semangat patriotisme dan nasionalisme kaum muda tentu menjadi ancaman serius bagi bangsa ini. Efeknya dapat berpengaruh bagi kondisi bangsa di masa depan sehingga menjadi bangsa yang kehilangan jati diri dan identitasnya. 

Oleh karenanya hal tersebut tidak boleh dibiarkan demikian mengakar sehingga menjadi kanker yang ganas di masa depan. Pemulihan atas penurunan semangat patriotisme dan nasionalisme menjadi pekerjaan semua pihak diantaranya, 

Peran Keluarga


Seperti yang kita ketahui keluarga merupakan kelompok terkecil yang ada di negara ini. Keluarga sangat berperan penting dalam tumbuh kembangnya anak sehingga orangtua memiliki kewajiban untuk mengajarkan kepada anaknya dalam mengenalkan nilai-nilai kebangsaan, dan sikap-sikap menghargai antar sesama anggota keluarga dan bertetangga. 

Hal-hal kecil bisa diajarkan kepada anak sejak dini dimulai dari mengucapkan meminta tolong saat menginginkan bantuan, mengucapkan terimakasih setelah mendapatkan pertolongan, meminjamkan mainan kepada kakak atau adik dan membereskan mainan yang berantakan. 

Peran Pendidikan


Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap patriotisme dan nasionalisme. Peranan tersebut dapat dilakukan oleh dunia pendidikan dalam melakukan proses belajar mengajar. 

Penanaman nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme erat kaitannya dengan pendidikan karakter dan moral yang dijalan di sekolah-sekolah. Melalui pendidikan karakter dan moral pendidik dapat menanamkan nilai-nilai tersebut secara pelan-pelan yang kemudian dapat menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik sehingga rasa cinta pada tanah air akan tumbuh di dalam dirinya. 

Peran Lingkungan Masyarakat


Masyarakat di lingkungan tempat tinggal juga memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan sosial budaya kaum muda. Oleh karenanya, penanaman nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme perlu di tingkatkan di kalangan masyarakat. 

Masyarakat memiliki beban moral terhadap kaum muda, diantaranya untuk menjamin terjaganya norma-norma yang berlaku dikalangan masyarakat seperti menghindari adanya tindak kekerasan kaum muda, pergaulan bebas, pencurian dan kejahatan lainnya yang disebabkan oleh degradasi moral kaum muda sendiri. 

Peran masyarakat dalam meminimalisir penurunan semangat patriotisme dan nasionalisme kaum muda diantaranya dapat menggerakan organisasi karang taruna sebagai wadah kaum muda untuk berkarya dan berinovasi, melibatkan kaum muda dalam pembangunan kampung atau desa. Contoh kecilnya menghidupkan kembali kegiatan gotong royong masyarakat dalam pembangunan swadaya seperti pembangunan jalan kampung, membersihkan lingkungan, merenovasi fasilitas ibadah dan pendidikan. 

Peran Pemerintah


Pemerintah sebagai pemangku kebijakan sehingga memiliki kekuatan besar dalam memerankan dirinya untuk melakukan penanaman nilai patriotisme dan nasionalisme di kalangan pemuda. Dengan kebijakannya pemerintah dapat leluasa mengarahkan dan mengupayakan segala yang berkaitan dengan pemuda. 

Ada beberapa hal yang menjadi catatan pemerintah untuk melakukan perannya sebagai penggerak kaum muda sehingga dapat memunculkan kepedulian pemuda terhadap negara diantaranya, 

  1. Melibatkan kaum muda dan menyerap aspirasinya dalam menentukan kebijakannya dalam rangka program pemerintah yang pro terhadap kaum muda. 
  2. Meningkatkan upaya penghargaan terhadap produk lokal dan mewajibkan masyarakat untuk membeli produk dalam negeri dari pada luar negeri. 
  3. Mengenalkan budaya bangsa indonesia mulai dari adat istiadat, fashion, seni musik, tarian dan sebagainya kepada khalayak pemuda. 
  4. Memberikan program khusus bela negara seperti seminar, semi loka, dan loka karya dalam memberdayakan pemuda untuk meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air. 
  5. Memasukan nilai-nilai budaya dan khazanah keindonesiaan ke dalam film-film, dan media hiburan lainnya. 

Demikianlah patriotisme dan nasionalisme menjadi bahan pemikiran kita semua, hal ini didasarkan untuk mengantisipasi terjadinya degradasi atau memudarnya rasa cinta kaum muda pada tanah air. Oleh karenanya, sebagai kaum muda yang sadar akan pentingnya rasa patriotisme dan nasionalisme ini perlu mengambil langkah penting untuk memajukan bangsa dan negara. 

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.