Langsung ke konten utama

5+ Wajib Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Resign



Pernahkah sahabat kaula muda merasa hidup di dunia kerja monoton dan sangat membosankan? Bagaimana tidak dunia pekerjaan menuntut kita untuk hidup melakukan hal yang sama setiap harinya, Setiap pagi pergi ke tempat kerja, kemudian beraktivitas melakukan pekerjaan, sore harinya pulang dan tidur. Esok harinya melakukan hal yang sama. 

Kehidupan tidak bisa dipaksakan sesuai dengan kemauan dan keinginan yang diharapkan. Bekerja dengan intensitas yang membosankan terkadang selalu terbersit ingin resign dan pergi dari lingkungan kerja kita. 

Ketahuilah bahwa pilihan untuk resign dapat dikatakan tepat ataupun tidak selama kita punya alasan yang kuat dan melalui pertimbangan yang matang. Lantas apa saja yang mesti kita pertimbangkan sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. 

Memiliki Alasan yang Kuat


Tidak ada akibat tanpa sebab, hal ini pula yang harus perhatikan apa yang membuat kita yakin untuk resign dari tempat kerja. Terlebih jika memang sudah ada tawaran dari perusahaan atau tempat kerja yang lebih baik ini akan sangat menguatkan hati kita untuk melakukannya. 

Sebaliknya, jika alasan kita hanya sebatas pada kebosanan melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya, sehingga membuat diri kita tidak bergairah dan semangat dalam bekerja akan sangat berisiko bagi kehidupan dan karir. 

Memutuskan resign karena capek, bosan dan tidak puas dengan penghasilan yang kita kerjakan sebaiknya tidak terburu-buru untuk memutuskan resign karena hal tersebut tidak akan menjamin bagaimana kehidupan kita kedepan. Terlebih memang kita harus berpikir menganggur lebih melelahkan daripada memiliki pekerjaan.

Pastikan Memiliki Pekerjaan Baru dan Peningkatan Jenjang Karir


Memiliki calon tempat kerja baru apalagi memiliki prospek lebih baik dalam berkarir menjadi sebuah pertimbangan yang sangat diperhatikan. Jangan sampai ketika telah memutuskan untuk resign kita malah menjadi pengangguran yang berakhir dengan penyesalan dengan keputusan kita sendiri. 

Selain memiliki pekerjaan baru juga harus diperhatikan jenjang karir yang memungkinkan kita naik level di tempat baru. Pasalnya, jika tempat baru tidak memberikan peluang karir yang lebih baik bahkan cenderung lebih buruk dari tempat sebelumnya, itu akan percuma saja karena tidak akan merubah apapun selain berubah tempat saja. 

Bahkan jika di tempat baru nanti tidak memiliki jenjang karir yang jelas justru, akan membuat kita dalam zona ketidakpastian dengan masa depan senditi. Jika demikian, sebaiknya kita harus sedikit bersabar dan bertahan di tempat sebelumnya. Karena demikian itu lebih baik daripada harus terburu-buru untuk melakukan resign. 

Evaluasi Kinerja dan Tujuan Kerja


Setiap perusahaan tentu akan memberikan apresiasi terhadap pekerjanya yang memiliki prestasi dalam berdedikasi terhadap perusahaan. Apresiasi tersebut dapat berupa kenaikan gaji, tunjungan atau jabatan. Apabila apresiasi yang diberikan merasa tidak sesuai dengan yang diharapkan atas kinerja yang diberikan maka, setidaknya kita dapat mengevaluasi kinerja diri sendiri lebih dulu. 

Kesepadanan kinerja dengan apresiasi yang diberikan dapat menjadi alasan logis kita untuk memutuskan resign dari tempat kerja. Karena hal tersebut berkaitan dengan hak dan kewajiban yang melekat dalam diri karyawan. 

Selain evaluasi kinerja, perlu juga kita merefleksikan ulang tujuan bekerja di perusahaan tersebut. Berbagai alasan orang bekerja disebuah perusahaan atau lembaga selain mendapatkan gaji diantaranya adalah menciptakan pengalaman baru, meningkatkan skill, atau sekadar memenuhi kebutuhan. 

Jika tujuan bekerja kita untuk membuat pengalaman saja dapat dipertimbangkan kembali apakah pengalamannya sudah cukup, atau sudah meningkatkah skillnya, atau jika tujuannya untuk mendapatkan gaji apakah sudah sesuai dengan kebutuhan. Oleh sebab itu, hal ini wajib sekali untuk kita renungkan. 

Perhatikan Dampak Terhadap Kesehatan Mental


Lingkungan pekerjaan dan beban pekerjaan tentu sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental kita, oleh sebab perlu kiranya memperhatikan apakah perasaan lelah, bosan dan jenuhnya sebuah pekerjaan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental kita. 

Pada dasarnya rasa lelah, frustasi dan stres sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan emosional dan mental kita. Kesehatan mental dan jiwa perlu mendapatkan perhatian yang serius karena mental yang sehat sangat lebih berharga. 

Pastikan apakah lingkungan kerja kita mendukung terhadap kesehatan mental kita, sehingga hal tersebut menjadi sebuah prioritas. Karena kesejahteraan emosional dan mental sangat menentukan terhadap kinerja dan kemampuan yang kita kerahkan untuk perusahaan. 

Meminta Saran Kepada Teman Dekat atau Keluarga


Teman dekat atau sahabat dan keluarga memiliki peranan penting dalam kehidupan kita, tentu karena kita sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk mencapai sebuah tujuan. Begitu pula dengan niatan kita untuk resign dari sebuah pekerjaan. 

Curhat kepada teman dekat atau keluarga akan membuat pikiran dan perasaan stres kita berkurang. Diskusikan segala pikiran yang membuat kita overthingking dan merasa lelah dengan semua keadaan setidaknya akan mendapatkan respon berupa saran yang membangun sehingga membuat pikiran lebih tenang dan matang untuk memutuskan sebuah perkara. 

Pastikan Memiliki Tabungan yang Cukup


Kita tentu tidak mengetahui apa yang akan terjadi hari ini dan esok nanti. Ketidakpastian ini seharusnya menjadi sebuah pertimbangan bagi kita terutama dalam hal finansial. Ketika memutuskan untuk keluar dari sebuah pekerjaan perlu dipastikan apakah memiliki tabungan yang cukup untuk bertahan hidup selama beberapa hari ke depan apalagi belum mendapatkan pekerjaan baru. 

Perlu diketahui keputusan untuk resign tentu memerlukan dana yang tidak sedikit karena itu, mempertimbangkan memiliki tabungan yang cukup menjadi sangat penting. Hal tersebut disebabkan kita akan menggantungkan hidup pada tabungan untuk sementara waktu hingga mendapatkan gaji pertama di tempat kerja yang baru. 

Itu pun jika sudah mendapatkan pekerjaan baru, jikalau tidak, bagaimana? Maka, uang tabungan menjadi satu-satunya tumpuan untuk bertahan hidup. Apabila kita belum memiliki tabungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita ke depan, rasa-rasanya perlu bersabar untuk bertahan menguatkan diri di tempat kerja sampai benar-benar siap secara finansial. 

Nah, itulah beberapa pertimbangan yang disarankan untuk kaula muda sebelum benar-benar ingin memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Kerja memang sangat menjenuhkan, melelahkan, membuat stres dan frustasi tetapi harus diingat pula menganggur yang berkepanjangan justru sangat menjenuhkan, melelahkan, tidak jarang membuat kita stres dan frustasi selain itu juga membebankan keluarga. 

Sebagai seorang kaula muda, kita dituntut untuk tetap semangat bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas dalam berkehidupan demi terjaminnya masa depan. Ingat pepatah berakit-rakit kehulu, berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. 
Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.