Langsung ke konten utama

Kenali Perbedaan Frustasi, Stres dan Depresi Serta Cara Mengatasinya


Tidak ada manusia di dunia ini tanpa memiliki masalah. Sepertinya akan sangat mustahil jika hidup manusia selalu adem ayem tanpa hambatan. Karena itulah hukum alam akan selalu ada beban kehidupan yang ditimpakan kepada seseorang, hanya saja ada yang bertahan dan ada pula yang tumbang. 

Kaitannya dengan permasalahan hidup bukan hanya berhubungan dengan sesuatu yang bersifat fisik saja seperti persoalan finansial, pekerjaan, dan kesehatan badan. Adapula yang bersifat psikis yang biasa disebut dengan gangguan mental atau mental illness

Diantara jenis gangguan mental yang sering dialami oleh kebanyakan orang diantaranya adalah frustasi, stress dan depresi. Sekilas memang hal ini dapat merujuk pada pengertian yang sama yaitu sama-sama bagian dari gangguan mental tapi, sesungguhnya ketiga jenis gangguan mental tersebut memiliki perbedaan bahkan mempunyai tingkatan tertentu. 

Frustasi


Frustasi dapat diartikan sebagai dampak dari kekecewaan seseorang terhadap sesuatu. Kekecewaan ini dapat ditujukan pada apapun yang berkaitan dengan kegagalan terwujudnya sebuah harapan. Pada tahap ini merupakan gangguan mental yang berada pada level rendah. 

Meskipun demikian, frustasi hendaknya segera disadari oleh seseorang sehingga tidak berkelanjutan menjadi stres. Oleh karenanya seseorang yang mengalami kekecewaan atas kegagalannya meraih sesuatu hendaknya segera sadar dan berusaha untuk memulihkan keadaannya. 

Orang yang frustasi dapat dipulihkan dengan beberapa cara diantaranya orang tersebut hendaknya menceritakan masalah apa yang dihadapinya kepada orang terdekat untuk mendapatkan dukungan mental. 

Adaptasi dengan keadaan yang baru, dan cobalah untuk menerima segala apapun yang terjadi dengan lapang dada. Jangan lupa dibarengi dengan rasa syukur dan lihat pula masalah yang kita hadapi dari sudut positif untuk mengambil hikmahnya. 

Motivasi diri dengan apa yang kita sukai seperti olahraga, mendengarkan musik, menonton video motivasi dan hal-hal lain yang dapat menghilangkan frustasi untuk mendapatkan kondisi jiwa yang lebih baik lagi. 

Stres


Stres dapat dikatakan sebagai respon tubuh terhadap tekanan dan beban dari terjadinya sebuah perubahan yang berakibat pada terancamnya kehidupan. Kondisi dimana kita belum sepenuhnya menerima keadaan yang terjadi saat ini dan berkelanjutan sehingga mengganggu ketentraman jiwa dan pikiran. 

Apabila stres ini dilakukan secara terus menerus diratapi dan didramatisir dengan sedemikian payahnya sehingga menyebabkan kegoncangan jiwa dapat berakibat terjadinya peningkatan gangguan mental pada tahap depresi. 

Gejala umum bagi seseorang yang mengalami stres diantaranya perubahan dalam pola tidur (insomnia), perubahan pola makan, mudah tersinggung hingga berkurangnya konsentrasi. Oleh karenanya, orang yang mengenali dirinya sedang stres hendaknya dapat melakukan pemulihan kondisi. 

Beraktivitas dengan menggerakan badan atau dapat melakukan olahraga yang dapat meningkatkan hormon kebahagiaan. Cobalah lakukan aktivitas joging atau aktivitas renang dan berekreasi dengan menghirup udara segar akan mengurangi beban pikiran. 

Menenangkan diri dengan melakukan meditasi atau meningkatkan keimanan dengan beribadah dan berdo'a  akan membantu melepaskan beban yang ada didalam pikiran dan jiwa. Dengan melepaskan beban pikiran, secara tidak sadar kita telah mengikhlaskan segala sesuatu yang telah terjadi pada diri kita. 

Depresi 


Depresi merupakan keadaan seseorang berdampak yang pada kondisi mental yang buruk terhadap suasana hati, kemampuan berpikir, dan berkurangnya stamina sehingga tidak memiliki semangat menjalankan hidup. Kondisi ini sangat berbahaya, karena telah mencapai akumulasi stres yang akut. 

Gejala depresi lebih rumit dan kompleks dari pada gejala stres namun pada umumnya pada fase ini orang yang depresi akan selalu merasa hidupnya berada dalam keputusasaan, selalu merasa bersedih, menyalahkan diri sendiri, dan paling fatal ada keinginan untuk mengakhiri hidupnya. 

Ketika seseorang telah memasuki pada fase ini maka, hal-hal yang perlu dilakukan adalah dukungan dari orang-orang terdekat dan segera melakukan pengobatan ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Penanganan yang dilakukan oleh pskiater mungkin akan disesuaikan dengan kondisi seseorang. Ironisnya, jika seseorang yang mengalami depresi tidak tertangani atau bahkan terlambat ditangani dengan baik akan berakibat fatal pada kejiwaan dan juga fisiknya. Orang tersebut berpotensi mengalami gangguan kemampuan fungsi otak dan berisiko terkena alzheimer dan stroke. 

Kaum muda sangat rentan terhadap terjadi gangguan mental seperti frustasi, stres dan depresi. Penyebabnya bisa berbagai macam entah itu urusan keluarga, pekerjaan sampai urusan asmara. Tidak jarang, kita menyaksikan fakta-fakta kaum muda yang terobsesi oleh sesuatu kemudian karena kegagalan ia merasa kecewa dan enggan menerima keadaan. 

Kesehatan mental dan mengenali gejala-gejala awal terjadinya frustasi hingga depresi ini sangat penting keberadaannya karena dengan demikian pemuda akan dengan sigap mencari solusi dan sadar dampak apa yang akan dia rasakan apabila berlarut-larut dalam penderitaan gangguan mental
Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.