Langsung ke konten utama

5+ Jenis-jenis Kepribadian Seseorang, Kamu yang Mana?



Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling seksi. Karena ia merupakan satu-satunya makhluk yang mampu berkembang dan selalu menjadi perenungan bagi mereka yang mempelajari berbagai sifat dan karakter manusia.

Sifat dan karakter manusia yang kemudian melekat pada dirinya sehingga menjadi sebuah bentuk dari kepribadian. Kepribadian sangat menentukan seseorang dalam hal berpikir, berinteraksi, bertindak dan hal-hal penting lainnya. 

Pentingnya seseorang dalam memahami kepribadian dirinya sendiri sehingga ia dapat mengidentifikasi karakter yang ada pada dirinya kemudian menggali potensi diri yang dapat ia kembangkan. Selain itu, memahami kepribadian orang lain juga tidak kalah pentingnya karena kita dapat menemukan cara bagaimana menghadapi seseorang yang memiliki kepribadian tertentu.

Sahabat kaula muda berikut kita ulas, berbagai jenis-jenis kepribadian seseorang berdasarkan pernyataan dari berbagai para ahli psikologi. 

Jenis-jenis Kepribadian Menurut Hipocrates


Sebenarnya banyak ahli ilmu psikologi yang mengutarakan pandangannya mengenai berbagai jenis kepribadian. Salah satu pandangan para ahli diantaranya yang paling terkenal adalah jenis-jenis kepribadian menurut Hipocrates

Sedikit informasi, sebagaimana dikutip dalam laman wikipedia hipocrates merupakan salah satu sosok ilmuan yang hidup zaman Yunani Kuno. Buah pemikirannya ia tuangkan dalam sebuah karya yang berjudul Corpus Hippocraticum yang menumpas berbagai praktik tahayul mengenai penyakit dan obat-obatan. Dari karyanya tersebut Hipocrates dinobatkan sebagai "Bapak Ilmu Kedokteran"

Salah satu pemikiran yang paling fenomenal dan masih banyak diyakini oleh kebanyakan orang adalah tentang pengklasifikasiannya terhadap kepribadian seseorang. Menurutnya terdapat 4 (empat) kepribadian seseorang yang mungkin dimiliki oleh setiap orang yaitu sanguinis, melankolis, plegmatis dan koleris.

Sanguinis


Kepribadian sanguinis merupakan seseorang yang memiliki karakter percaya diri dan selalu excited. Mereka akan sangat mudah sekali bergaul dengan orang lain karena ramah, senang berbicara di depan publik, senang mendapatkan perhatian, kreatif dan memiliki sifat dominan dalam sebuah kelompok. 

Mereka yang memiliki kepribadian sanguinis sangat mudah sekali mendapatkan teman, dan mereka juga senang menantang diri karena memiliki jiwa petualang. Kendati demikian, sayangnya karakter sanguinis cenderung menghindari sesuatu yang rumit dan serius, egois dan mudah lupa. 

Melankolis


Kepribadian melankolis merupakan kebalikan dari kepribadian sanguinis. Dimana mereka cenderung introvert dan tidak suka keramaian. Kepribadian melankolis cenderung memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sehingga selalu merasa khawatir dan insecure padahal dirinya tidak seburuk seperti apa yang dia pikirkan. 

Menariknya orang yang memiliki kepribadian jenis ini memiliki beragam kelebihan diantaranya serius, berpikir analisis, sangat detail dan cenderung perfeksionis. Sehingga mereka akan selalu berfokus pada proses dari pada hasil. 

Plegmatis


Kepribadian plegmatis merupakan mereka yang mencintai kedamaian, selalu netral dalam perselisihan dan cenderung menghindari konflik dengan siapapun. Dengan demikian mereka yang memiliki kepribadian plegmatis akan memilih tidak terlibat atau menunjukkan keberpihakan kepada siapapun. 

Secara umum karena sikap netralnya menyebabkan mereka mudah sekali dalam bergaul dan mendapatkan banyak teman. Selain itu, mereka juga cenderung memiliki selera humor sehingga disukai oleh lingkungannya. 

Sayangnya, mereka tidak begitu suka hal-hal yang rumit. Mereka juga tidak begitu tertarik dengan sesuatu hal yang baru. Kendati demikian, mereka sangat begitu setia sehingga tidak perlu diragukan lagi soal kesetiaannya. 

Koleris


Kepribadian koleris merupakan karakter seseorang yang memiliki kecerdasan dalam berpikir dan selalu mengedepankan logikanya. Orang yang memiliki kepribadian koleris cenderung keras kepala sehingga mudah marah, serta memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan keinginannya. 

Basa basi bagi mereka tidak begitu penting sehingga lebih suka to the point dan lebih menyukai mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Biarpun demikian, mereka akan merasa nyaman apabila bergabung dengan orang yang memiliki minat yang sama. 

Orang yang berkepribadian koleris sangat bagus sekali menjadi pemimpin karena dapat membuat keputusan dengan baik. Selain itu, mereka orang yang mampu mengatur diri, memiliki orientasi bagi masa depan dengan baik, senang pada kebebasan dan produktif.

Jenis-jenis Kepribadian Menurut Carl Gustav


Carl Gustav merupakan salah seorang ahli psikologi terkemuka yang memiliki pandangan yang berbeda mengenai jenis kepribadian. Gustav mengungkapkan bahwa kepribadian manusia terbagi ke dalam 3 (tiga) jenis yaitu introvert, ekstrovert dan ambivert. 

Introvert


Kepribadian introvert merupakan jenis kepribadian seseorang yang cenderung memiliki karakter yang selalu fokus pada diri sendiri sehingga sangat menyenangi kesendirian. Mereka sangat senang sekali berkutat dengan pikirannya dan dunianya sendiri. 

Karena menyukai keheningan dan menyendiri mereka lebih mudah untuk berkonstrasi maka, tidak ayal jika orang yang berkepribadian introvert memiliki tingkat fokus yang tinggi, mandiri, senang bercerita, akan tetapi memiliki kendala untuk bersosialisasi serta cenderung pemalu. 

Ekstrovert


Berbanding terbalik dengan introvert kepribadian ekstrovert merupakan jenis kepribadian dimana seseorang lebih menyenangi dunia luar dan memiliki karakter umum yang terbuka. Sehingga hal tersebut mengantarkannya menyukai untuk berinteraksi dengan orang lain. 

Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sangat baik, mereka juga sangat mudah sekali bergaul sehingga dengan mudah mendapatkan banyak teman. Mudah sekali dalam bekerja berkelompok dan tingkat kepercayaan diri yang begitu tinggi. 

Sayangnya terkadang orang yang ekstrovert cenderung untuk bersikap ceroboh karena lebih mendahulukan tindakan daripada pikiran untuk memutuskan sesuatu. 

Ambivert


Kepribadian ambivert adalah jenis kepribadian yang merupakan perpaduan dari kepribadian introvert dan ekstrovert dimana, seseorang memiliki keseimbangan dalam menentukan sikap. Mereka akan ada dimasa ia berkepribadian introvert dan ada masanya pula berkepribadian ekstrovert.

Orang yang memiliki jenis kepribadian seperti ini cenderung akan memiliki sikap yang seimbang dimana ia membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri tetapi tidak sukar juga dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka lebih fleksibel dan memahami kepentingan pribadi dan kepentingan umum. 

Setelah sahabat kaula muda membaca dan mengetahui berbagai macam jenis kepribadian seseorang. Tentu sekarang sudah mulai meraba-raba untuk mendeteksi diri mana jenis kepribadian yang cocok dengan kita. Setelah menemukannya, maka tentukanlah sikap yang semestinya untuk dikembangkan. Sehingga, diri kita akan tetap menjadi pribadi yang lebih baik dan berhasil. 
Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

  1. Kalau dari teori di artikel ini, saya kayaknya orang yang melankolis, Kang. Hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.