Langsung ke konten utama

Jomlo Fiisabilillah Apa yang Salah?


Allah telah menciptakan makhluknya dengan berpasang-pasangan seperti siang dan malam, langit dan bumi, lautan dan daratan, laki-laki dan perempuan. Keyakinan tersebut yang kemudian menjadi ilham bagi seseorang bahwa yakinlah suatu hari kita akan memiliki pasangannya masing-masing. 

Apa itu Jomlo Fiisabilillah?

Beragamnya manusia baik secara keyakinan dan pemahaman mengenai pasangan hidup tidak menjadikan  sebagian orang harus terburu-buru untuk memiliki pasangan. Ada pula, sebagian lainnya yang bahkan setengah dari hidupnya dihabiskan untuk mencari pasangan atau memantapkan untuk hidup dengan pasangannya. 

Sebagian yang menunda untuk mendapatkan pasangan atau menjalankan kehidupannya dengan pasangan sering kita sebut dengan istilah jomlo. Jomlo sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah laki-laki atau perempuan yang belum memiliki pasangan atau pacar, 

Sedangkan jomlo pada sebagian orang  menganggap bahwa jomlo itu nasib, adapun sebagian lagi jomlo itu pilihan. Sebagian yang memilih untuk hidup menjomlo, bukan berarti ia tidak tertarik pada lawan jenisnya melainkan memiliki alasan yang dapat menjadi hujjah ketika ia ditanyakan kenapa memilih jomlo.

Beragam alasan orang untuk memilih jomlo diantaranya dapat berupa persoalan karier, keluarga, kondisi sosial-ekonomi, bahkan karena alasan agama. Agama Islam sendiri, memiliki alasan untuk menghindari sesuatu yang berhubungan dengan mendekati zina sebagaimana yang termaktub dalam Qur'an Surah Al Isra ayat 32. 


"Dan janganlah kamu mendekati zina, karena zina itu merupakan perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Isra : 32)

 Berpedoman pada ayat tersebut mereka menganggap bahwa memilih jalan menjomlo juga merupakan suatu upaya untuk menjauhkan diri dari perbuatan zina sehingga ia merasa terlindungi dari perbuatan tersebut. Adapun, perlawanannya dalam mengahadapi nafsu syahwat merupakan bagian perjuangan di jalan Allah atau biasa di sebut dengan istilah Fiisabilillah. 

Istilah "jomlo" dan istilah "fiisabilillah" kemudian menjadi sebuah kesatuan yang disebut dengan jomlo fiisabilillah. Istilah jomlo fiisabilillah mengungkapkan pemikiran bahwa hidup jomlo atau belum memiliki pasangan semata-mata untuk berjuang di jalan yang Allah tetapkan. 

Jomlo fiisabilillah kemudian menjadi tren di kalangan kaum muda, setelah digaungkan dalam kampanye melalui dakwah oleh salah satu tokoh dai muda Hanan Attaki. Beliau menjadi salah satu magnet pendakwah kaum muda yang mempromosikan jomlo fiisabillah untuk menangkal kaum muda dari bahayanya pergaulan. 

Ciri-ciri Orang yang Jomlo Fiisabilillah

Orang bisa saja mengatakan bahwa dirinya telah memilih jalan untuk menjadi seorang jomlo yang fiisabillah. Tetapi, dalam prakteknya tidak mencerminkan orang yang sabilillah atau berjuang dijalan Allah. Oleh karenanya, kita fahami ciri-ciri orang yang jomlo fiisabilillah berikut ini!

Menghindari Perbuatan Mendekati Zina

Pacaran seringkali diartikan sebagai salah satu perbuatan yang mendekati zina. Kendati demikian masih banyak lagi perbuatan-perbuatan yang mendekati zina diantaranya tidak menjaga pandangan kepada perempuan, sering menonton video porno, dan membicarakan sesuatu yang mengundang hasrat. 

Dalam Qur'an Surah Al Isra ayat 32 sebagaimana telah dijelaskan larang-larangan tersebut untuk membatasi diri dari aktivitas yang mampu mendekatkan diri pada perbuatan zina. 

Mentaati Ajaran Agama

Jomlo Fiisabilillah akan senantiasa mendekatkan dirinya pada ajaran agama Islam. Setiap perintah dan laranganNya akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Menjalani setiap nilai-nilai norma dan etika beragama sehingga berusaha taat atas apa yang menjadi keyakinannya dalam beragama. 

Dalam hal ini melaksanakan tuntutan-tuntutan sebagai manusia yang beragama seperti melaksanakan sholat, zakat, puasa, dan amal perbuatan yang baik sebagaimana yang diperintahkan. Hal tesebut dilakukan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah serta diberi kekuatan dalam menjalani peranannya sebagai jomlo fiisabilillah

Menjaga Kesucian Diri

Menjadi orang yang jomlo fiisabilillah akan berupaya untuk menjaga kesucian dirinya dan menghormati nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Sebagaimana ia menjaga kesucian dengan tidak melakukan hubungan seksual serta menjaga pandangan dari apa yang menjurus pada hal-hal yang demikian. 

Orang yang menjaga kesucian dirinya ibarat sebuah permata yang tidak ternilai harganya. Jomlo fiisabilillah akan senantiasa memperkuat keimanannya sehingga tidak rapuh dalam berbagai godaan dan ajakan yang dapat menjerumuskan sehingga menurunkan harga dirinya. 

Berjuang di Jalan Allah

Jomlo Fiisabilillah adalah jomlo yang senantiasa berjuang di jalan Allah. Segala yang dilakukannya semata-mata adalah perjuangan dalam memenangkan agama Allah. Jika dulu istilah berjuang di jalan Allah erat kaitannya dengan peperangan melawan kaum kafir dan musyrikin tetapi, konsep berjuang di jalan Allah hari ini lebih luas dan lebih kompleks. 

Perjuangan di jalan Allah yang utama adalah perjuangan melawan nafsu syahwat, dimana butuh pertahanan diri dan dukungan moral dari lingkungan. Oleh karenanya, mengikuti kajian keislaman, kegiatan amal serta berkumpul dengan orang-orang sholeh juga merupakan sebuah perjuangan di jalan Allah. 

Keputusan Sadar

Memilih menjadi jomlo fiisabilillah bukanlah sekadar mengikuti tren tetapi, memang atas kesadaran diri sendiri untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karenanya, untuk menjadi jomlo fiisabilillah diperlukan kesadaran dan pertimbangan-pertimbangan yang matang. 

Orang yang memilih jalan ini, akan sangat serius dalam memperhatikan berbagai aspek dan implikasi yang akan dihadapinya sehingga dengan kesadarannya ia akan mengalami pergolakan pemikiran dan benar-benar memutuskan jalan sebagai jomlo fiisabilillah

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.