Langsung ke konten utama

Perserikatan Komunis di Dunia



Dalam Kongres ISDV ke-7 yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 1920 di Semarang. Adolf Baar mengusulkan agar ISDV mengganti nama menjadi Perserikatan Komunis Hindia (PKH) sebagai bagian dari Komunisme Internasional (komintern). Dalam kongres tersebut Semaoen diangkat sebagai ketua, dan Darsono sebagai wakilnya. Pada tahun 1923 Tan Malaka melaporkan hasil infiltrasi kaum komunis di SI telah menguasai lebih 20 bidang di SI yang berjumlah 100.000 anggota, 3.000 diantaranya adalah kader komunis aktif.

Pada bulan Juni 1924 PKH menggelar Kongres di Jakarta. Dalam kongres tersebut disepakati perubahan nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI), usaha kader-kadaer komunis yang begitu militan akhirnya membuat PKI tumbuh menjadi partai politik yang kian besar, pada kongres PKI, Desember 1924 di Kota Gede, Yogyakarta, Sarekat Rakyat melebur dirinya ke dalam PKI. PKI bercita-cita agar Indonesia menjadi negara komunis yang menjadi bagian dari perserikatan negara Komunis Internasional.

Dalam kongres ini menghasilkan beberapa keputusan antara lain.

  1. Peraturan partai, yang berisi program perjuangan politik, membentuk sistem pemerintahan yang berdasarkan atas soviet-soviet (soviet desa, soviet pabrik, soviet distrik). Program perjuangan harus dijalankan dengan disiplin yang kuat dari anggota.
  2. Diumumkan perubahan nama partai yang semula Perserikatan Komunis di Hindia menjadi Partai Komunis Indonesia.
  3. Memindahkan markas besar PKI dari Semarang ke Batavia (Jakarta).

Pada tahun 1926 PKI beberapa kali menciptakan pergolakan rakyat di beberapa wilayah diantaranya pada tanggal 12-14 November 1926 PKI melakukan pemberontakan di Keresidenan Jakarta. 1 November – 5 Desember 1926 di Banten, 12-18 November di Priangan, 17-23 November di Solo, 12 November – 15 Desember di Kediri, 1 Januari – akhir Februari 1927 di Silungkang Sumatera Barat.

Pergolakan ini mampu diredam oleh Belanda. Setelahnya banyak tokoh PKI dipenjara dan dibuang ke Digul Irian Jaya sementara Alimin dan Muso berhasil kabur ke luar negeri. 15 Agustus 1948, Muso mengadakan rapat raksasa di alun-alun Madiun dengan tujuan utama mengecam kabinet Hatta. Dalam pidatonya, Muso dengan pongah memaki dan mencaci presiden Soekarno dan Perdana Menteri Hatta yang dianggap tidak becus memimpin negara.

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.