Langsung ke konten utama

Pergerakan Politik Komunisme di Era Penjajahan Belanda

 


Partai Komunis Indonesia (PKI) pertama kali didirikan sebagai ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeniging/Perhimpunan Sosial Demokrat Hindia Belanda) pada tanggal 9 Mei 1914 di Surabaya. Berdirinya organisasi ini tidak bisa dipisahkan dari sosok bernama Hendricus Franciscus Marie Sneevliet. Dia adalah seorang komunis Belanda yang aktif di Belanda dan Hindia Belanda sebagai Fungsionaris Komunis Internasional, bukan hanya di Indonesia, ia juga ikut andil dalam memandu terbentuknya Partai Komunis Tiongkok. Ketika awal didirikan organisasi ini beranggotakan 85 orang yang hampir seluruh anggotanya berlatar belakang buruh.

Tujuan ISDV didirikan adalah memperjuangkan kemerdekaan atas kehancuran kapitalisme, sehingga bisa tercapainya kesejahteraan bagi kaum buruh dan tani di Hindia Belanda. ISDV melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan organisasinya, salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan propaganda paham Marxisme – Komunisme melalui penerbit ISDV yang bernama Het Prije Woord (Suara Kebebasan). Selain itu Sneevliet menegaskan bahwa “jika ISDV ingin memperoleh masa yang banyak, maka ISDV harus menyebarkan pengaruhnya ke dalam organisasi Sarekat Islam, dengan cara memasukan anggota ISDV menjadi anggota Sarekat Islam (SI), dan sebaliknya anggota SI diperbolehkan menjadi anggota ISDV atau dengan status keanggotaan rangkap.”

Dalam tahap perkembangannya ISDV memberikan pengaruh terhadap bangsa Indonesia, dua orang aktivis SI, yaitu Semaoen dan Darsono yang tercatat sebagai anggota ISDV pertama, kemudian di Jakarta Alimin dan Muso, di Solo H. Misbach, dan kemudian di kota-kota lainnya, seperti di Sumatera Barat Tan Malaka, yang kemudian pada tahap selanjutnya menjadi motor penggerak organisasi ISDV.

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.