Hidup menjadi orang kaya dimasa tua siapa sih yang ngak mau? tentu sahabat kaula muda juga sangat menginginkannya bukan? ya... minimal kita bisa hidup dengan fasilitas dan akses kehidupan yang serba terjamin. Karena masa tua sudah saatnya menikmati kehidupan bukan lagi mencari penghidupan.
Tidak semua orang mampu menjamin hidupnya di masa tua, bahkan banyak sekali orang-orang yang di masa akhir hidupnya mengandalkan anak-anak mereka, cucu mereka sehingga menjadi generasi sandwich yang harus menanggung beban hidup mereka.
Bahkan tidak jarang kita banyak menyaksikan orangtua yang memasuki usia lanjut, yang seharusnya menikmati masa pensiun, harus rela berlelah-lelah untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari. Ada yang masih menggeluti sebagai petani, buruh serabutan, pemulung bahkan menjadi pengemis di jalanan.
Potret kemiskinan yang ditampilkan oleh mereka yang menginjak usia lanjut bukanlah tanpa sebab, justru mereka lupa dengan masa mudanya yang mestinya dimanfaatkan untuk mengelola keuangan, kesehatan hingga kebutuhan dengan baik.
Tentu sahabat kaula muda memiliki ragam permasalahan yang terkadang abai untuk menyelesaikannya di masa muda, sehingga di masa tualah kita akan menanggung akibat dari apa yang kita lakukan selama masa muda ini.
Untuk menghindari kemiskinan di masa mendatang, tentu kita harus memiliki strategi dan perilaku yang mendukung untuk menghindarkan diri dari kemiskinan tersebut. Dan berikut ini kita ulas beberapa cara untuk menghindari kemiskinan.
Tidak Berutang untuk Sesuatu yang Tidak Diperlukan
Di era sekarang ini, hidup kita semakin dimanjakan dengan berbagai kebutuhan yang sifatnya hanya menggoda saja padahal tidak memiliki nilai manfaat yang terlalu penting. Perilaku konsumtif dalam mengelola kebutuhan hidup cenderung tidak dapat menentukan prioritas apa yang harus kita utamakan.
Media sosial dan market place yang berkeliaran dalam gawai kita selalu tampak menggoda dan menggiurkan. Padahal belum tentu barang tersebutlah yang kita butuhkan. Seperti membeli gawai dengan merk terbaru, fashion yang lagi ngetren atau traveling hanya sekadar memenuhi feed instagram.
Kebutuhan yang sifatnya sekunder bahkan tersier harusnya dapat ditahan dan disesuaikan dengan penghasilan yang kita dapatkan. Jika pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran sama saja seperti besar pasak daripada tiang, yang pada akhirnya kita mencari pinjaman kesana kemari, menggunakan fasilitas pay letter dalam aplikasi atau melakukan pinjaman online.
Tanpa terasa justru hal-hal tersebut perlahan tapi pasti mencekik keuangan kita sehingga penghasilan bulan ini hanya dihabiskan untuk membayar utang-utang bulan kemarin. Lantas, bagaimana untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya? jalannya ya berutang lagi sehingga menjadi lingkaran setan yang tidak pernah selesai.
Oleh sebab itu, menghindari utang piutang adalah jalan terbaik. Tetaplah bangga dengan hidup sederhana dan apa adanya, tidak perlu terbawa gengsi yang pada akhirnya hanya akan menyiksa diri sendiri.
Menyisihkan Uang untuk Ditabung
Menabung adalah sebuah bentuk kepedulian kita di masa yang akan datang. Menabung juga memungkinkan kita menikmati sisa masa hidup dengan uang yang kita miliki dari tabungan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun lamanya.
Ingatlah masa muda memang tampak sekejap mata oleh sebab itu, manfaatkan masa muda kita dengan bekerja keras dan carilah penghasilan yang sebanyak-banyaknya selagi masih bisa melakukannya. Dengan penghasilan tersebut sisihkan sekian persen dari penghasilan untuk disimpan dalam tabungan. Karena kelak, tabungan tersebut yang akan menolong finansial di masa yang akan datang.
Menjadi kaula muda hendaknya lebih pandai mengurus soal keuangan terutama paksakan diri untuk menyisihkan sedikit penghasilan untuk ditabung. Dengan menyisihkan penghasilan secara rutin maka sudah barang tentu kita akan terhindar dari kemiskinan di masa depan nanti.
Mengurangi Makan di Restoran, Kafe atau Warung
Makan merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi setiap harinya. Tentu saja, makanan yang kita konsumsi harus memenuhi nutrisi dan gizi yang seimbang sehingga dapat menyehatkan badan dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan pada setiap orang.
Sayangnya, tidak semua orang dapat mengolah makanan yang sehat sendiri. Terkadang mereka butuh orang lain untuk memasak atau membeli di warung. Tidak bisa memasak merupakan alasan klasik yang terkesan dibuat-buat, karena memasak dapat belajar sendiri dan tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasak makanan yang bergizi seperti menggoreng telor, daging atau menumis sayuran.
Malas memasak bisa saja jadi alasan untuk tidak mengkonsumsi makanan di rumah sendiri atau mungkin mengikuti tren untuk menikmati berbagai makanan yang siap dihidangkan di restoran, kafe atau warung nasi tanpa harus repot-repot memasak.
Tanpa disadari jika perilaku tersebut telah menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihindarkan justru akan membuat keuangan boros dan dompet gembos. Sehingga, tidak ada uang yang tersisa untuk di kelola atau ditabungkan.
Berbelanja Sesuai dengan Kebutuhan yang Diperlukan
Berbelanja merupakan aktivitas yang paling menyenangkan di kalangan kaula muda. Bagaimana tidak, ia dapat menghabiskan sekian banyak uang yang dimiliki hanya dalam beberapa menit saja. Padahal untuk mendapatkan uang tersebut ia harus bekerja sebulan lamanya.
Aktivitas belanja yang biasa dilakukan di pasar, plaza atau mall sekarang telah memiliki pergeseran tren dimana seseorang dapat berbelanja hanya dengan jempolnya sendiri dengan mengakses beragam market place yang tersedia.
Aktivitas belanja yang dilakukan tanpa kontrol tentu akan membuat dompet jebol apalagi kalau habis gajian, gatal rasanya ini jempol buat pilih-pilih barang sampai pol. Oleh sebab itu, kendalikanlah diri untuk membelanjakan keuangan dengan membeli kebutuhan-kebutuhan yang sedang diperlukan.
Perilaku konsumtif tidak akan pernah membuat puas dengan apa yang dibeli. Sampai-sampai gaji dari kerja sebulan harus habis dalam hitungan hari akibatnya, kita harus siap menanggung sendiri menderita berhari-hari.
Mencatat Pengeluaran dan Pemasukan
Keuangan kita ibarat kas organisasi, perlu adanya pencatatan antara pengeluaran dan pemasukan. Melakukan pencatatan terhadap pengeluaran dan pemasukan bukan berarti kita menjadi manusia yang perhitungan tetapi mencatat memiliki manfaat yang banyak untuk kehidupan.
Manfaat mencatat diantaranya kita dapat mengevaluasi pengeluaran dan pemasukan yang kita lakukan selama sebulan. Apakah pengeluaran kita wajar atau tidak. Bahkan kita dapat melihat dan menilai dari aktivitas keuangan yang kita lakukan mana yang lebih besar, apakah pengeluaran atau pemasukannya.
Dengan melakukan pencatatan terhadap keuangan kita dapat melakukan skala prioritas kebutuhan. Mana barang yang termasuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Membuat skala prioritas yang demikian akan membuat kita lebih bijak dalam membelanjakan keuangan kita sendiri.
Mencatat keuangan juga dapat membantu kita untuk melakukan perencanaan pembelanjaan. Memutuskan untuk menambah penghasilan dan memikirkan bagaimana dapat menabung untuk masa depan sehingga terhindar dari kemiskinan di masa mendatang.
Memperbanyak Berbagi Sedekah
Sedekah adalah bentuk pemberian secara ikhlas kepada orang lain tanpa ada pamrih apapun. Sedekah memang mengeluarkan uang secara suka rela untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Secara hitungan matematika sedekah dapat mengurangi harta tapi, dalam hitungan spiritual sedekah justru menjadi penarik rezeki.
Setiap ajaran agama manapun tentu mengajarkan kebaikan dengan memberi santunan kepada mereka yang membutuhkan. Begitu pula dengan ajaran Islam yang jelas-jelas menganjurkan umatnya untuk berbagi rezeki karena setiap rezeki yang kita miliki terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.
Dengan bersedekah kita akan menebar benih-benih rezeki yang akan kita tuai dimasa mendatang. Karena rezeki yang asalnya dari Tuhan akan didatangkan kepada orang yang gemar membantu sesamanya. Jadi, orang yang gemar bersedekah tidak akan pernah ditimpa kemiskinan hingga masa tuanya.
Nah, sahabat kaula muda itulah cara-cara yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindarkan diri dari kemiskinan di masa mendatang. Lakukanlah langkah-langkah aksi nyata, jangan hanya sebatas membaca. Karena kemiskinan bukan karena nasib dari Tuhan, tapi kemiskinan adalah buah dari apa yang kita lakukan sekarang.

Komentar
Posting Komentar