Apakah sahabat kaula muda pernah mendengar istilah generasi sandwich? Istilah ini belakangan ramai diperbincangkan oleh kaum muda terlebih mereka yang mengalami dan merasakan bagaimana beratnya beban menjadi generasi sandwich.
Generasi sandwich biasa diidentikan dengan seseorang yang menanggung segala beban hidup dari tiga generasi yaitu orangtua, dirinya dan anak-anaknya. Generasi sandwich menjadi sebuah fenomena yang sering ditemukan di negera-negara berkembang salah satu diantaranya adalah Indonesia.
Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa menjadi generasi sandwich adalah fenomena biasa terjadi disetiap keluarga. Sayangnya, realitas di lapangan menyatakan bahwa setiap orang yang terjebak dalam kondisi seperti ini banyak mengalami tekanan mental yang mengikis kondisi psikis hingga berakibat pada kesehatan fisiknya.
Apa itu Generasi Sandwich?
Dorothy A. Miller salah seorang profesor dari Kentucky University pada tahun 1981, melalui bukunya yang berjudul Social Work, ia mengemukakan istilah sandwich generation atau generasi sandwich sebagai sebuah fenomena dimana seseorang memiliki beban tanggungan atas tiga generasi dari keluarganya yaitu orangtuanya, dirinya sendiri dan anak-anaknya.
Dia menganologikan fenomena tersebut dengan roti sandwich dimana dirinya sendiri yang diibaratkan sebagai seonggok daging yang terjebak diantara dua roti yang diibaratkan orangtua dan anaknya. Penganalogian terhadap roti sandwich ini didasarkan untuk memahami fenomena keluarga yang berkembang saat itu.
Di Indonnesia sendiri menurut data survei sebagaimana yang dikutip dalam laman cnbcindonesia.com disebutkan bahwa pada tahun 2021 ada sekitar 48% masyarakat Indonesia yang berusia produktif mengalami kondisi generasi sandwich dimana mereka harus turut menanggung beban hidup kedua orangtuanya dan anak-anaknya.
Jenis-jenis Generasi Sandwich
Pada dasarnya, generasi sandwich memiliki beragam tipe atau jenis-jenis yang dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kelompok diantaranya adalah traditional, club dan open faced.
The Traditional Sandwich Generation
Generasi sandwich pada jenis ini merupakan mereka yang menanggung dua generasi sebelum dan setelahnya yaitu orangtua dan anaknya termasuk dirinya sendiri. Adapun rentang usia pada generasi sandwich yang satu ini biasanya pada usia 40 sampai 50 tahun.
The Club Sandwich Generation
Pada generasi sandwich jenis ini merupakan mereka yang memiliki beban tanggungan lebih dari tiga generasi. Selain anak dan orangtuanya, juga bisa termasuk cucu dan atau kakek neneknya. Rentang usia pada generasi sandwich jenis ini biasanya kisaran 50 sampai 60 tahun.
The Open Faced Sandwich Generation
Yaitu merupakan generasi sandwich yang umumnya telah memiliki keluarga tetapi belum memiliki anak. Akan tetapi, mereka juga turut menanggung beban hidup kedua orangtuanya. Adapun mereka yang juga turut menanggung beban hidup saudara-saudaranya termasuk kategori yang extended yaitu kepanjangan dari kategori open faced.
Sebab Terjadinya Generasi Sandwich
Generasi sandwich seakan-akan menjadi beban hidup yang tidak berkesudahan oleh sebab itu, untuk menangani hal tersebut perlu ditemukan apa saja penyebab dari generasi sandwich ini. Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelesan berikut ini!
Minimnya Literasi Keuangan
Faktor utama yang menyebabkan generasi sandwich merasakan beban tanggungan keluarga yang begitu besar adalah persoalan minimnya pengetahuan tentang perencanaan keuangan. Dalam sebuah keluarga yang berkembang seharusnya diikuti pula dengan perkembangan finansial.
Perencanaan keuangan sangat penting oleh sebab itu, setiap kita memerlukan pemahamahan mengenai literasi keuangan. Apabila hal ini sudah terencana dengan baik hingga mendapatkan tabungan pensiun maka kelak tidak akan menjadi beban untuk anaknya yang baru memasuki usia produktif.
Perilaku Konsumtif
Perilaku konsumtif merupakan perilaku atau gaya hidup yang senang membelanjakan uangnya untuk keperluan yang tidak terlalu penting dan tidak dipikirkan secara matang. Perilaku ini menjurus pada perilaku hedon, hura-hura dan boros.
Perilaku konsumtif tentu sangat merugikan diri sendiri karena akan berakibat pada terguncangnya kondisi finansial. Apabila perilaku konsumtif ini menjadi sebuah kebiasaan maka, tidak akan pernah terpikirkan menabung untuk masa depan.
Efek Domino
Seperti sebuah tradisi dimana seorang anak akan menjadi investasi bagi orangtuanya dimasa mendatang. Dengan demikian, anak diberikan sebuah kewajiban untuk memenuhi beragam kebutuhan orangtuanya dimasa depan. Padahal, ia sendiri memiliki keluarga dan tanggungan anak-anak.
Biasanya, generasi sandwich hari ini merupakan pelanjut generasi sandwich sebelumnya sehingga menjadi sebuah sirkulasi yang terus-terusan berlanjut dalam sebuah lingkaran. Kebutuhannya yang banyak akan menghambat pada sulitnya menabung sehingga menyebabkan beban tersebut terwariskan pada generasi selanjutnya.
Dampak Generasi Sandwich Bagi Kesehatan Fisik dan Psikis
Beban hidup yang berat selalu akan mendatangkan konsekuensi pada keberlangsungan kehidupannya. Oleh sebab itu, generasi sandwich sendiri akan sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikis seseorang sehingga dapat menyebabkan terganggunya aktivitas.
Stres Hingga Depresi
Memiliki banyak anggota keluarga yang harus dipenuhi kebutuhannya berpeluang untuk menyebabkan stres. Adanya rasa khawatir terhadap anggota keluarga apabila tidak makan, atau kebutuhan pokoknya tidak terpenuhi menyebabkan sulit untuk menabung. Akibatnya, hal tersebut dapat menyebabkan stres hingga depresi.
Burnout
Stres yang berkelanjutan disertai beban kerja yang tidak ada habis-habisnya berakibat pada terjadinya burnout yaitu dimana kondisi diri kita mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental. Generasi sandwich sangat rentan mengalami burnout sehingga dapat menyebabkan terganggunya kesehatan fisik seperti sakit kepala, kerontokan pada rambut bahkan mengalami kondisi kelelahan.
Selalu Merasa Bersalah
Kegagalan yang selalu diratapi menyebabkan perasaan bersalah terus menggerogoti. Generasi sandwich akan selalu berusaha untuk sukses meraih apa yang ingin dicapainya sehingga terpenuhinya kebutuhan keluarganya. Apabila gagal ia akan merasa bersalah karena telah mengecewakan keluarganya.
Sebaliknya generasi sandwich selalu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah ia capai, meskipun karirnya sangat cemerlang. Hal tersebut dikarenakan adanya dorongan dalam hatinya untuk selalu memuaskan keluarganya dan memenuhi segala kebutuhan mereka.
Selalu Merasa Cemas
Generasi sandwich akan merasa cemas ketika apa yang terjadi dalam kehidupannya diluar dari apa yang telah dia rencanakan. Seperti terjadinya kebutuhan mendesak antara orangtua dan anak sehingga ia harus mengeluarkan banyak uang untuk keperluan tersebut. Sementara kondisi keuangan sedang sulit menyebabkan ia harus berpikir untuk menemukan solusi yang cepat dan tepat.
Upaya Memutus Mata Rantai Generasi Sandwich
Keluar dari sebuah lingkaran yang erat kaitannya dengan kondisi generasi sandwich tentu tidak mudah. Perlu adanya kerja keras dan konsistensi sehingga kita mampu untuk memutus satu generasi sehingga tidak ketergantungan pada generasi berikutnya.
Jika sahabat kaula muda belum berada pada kondisi yang demikian sungguh sangat beruntung, karena dapat memulai untuk mengantisipasinya dari sekarang. Berikut kita uraikan langkah-langkah yang mungkin bisa dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai generasi sandwich.
Minimalisir Gaya Hidup Konsumtif
Hidup konsumtif akan membuat kondisi keuangan semakin terkuras bahkan, akan membuat diri kita kesulitan dalam menyisihkan uang untuk di tabung. Kurangilah membeli barang-barang yang tidak begitu penting dan buatlah skala prioritas untuk membeli barang-barang tertentu.
Gaya hidup konsumtif juga mendorong seseorang untuk berperilaku hedon dan boros sehingga orientasi dari apa yang dipikirkannya semata-mata untuk kesenangan yang sifatnya hanya sesaat.
Menentukan Tabungan Terencana
Menabung secara rutin mungkin dianggap sebagai sesuatu yang sulit bagi seseorang. Tabungan terencana mungkin bisa dijadikan solusi bagi siapa saja yang menginginkan menabung dengan rutin karena memiliki tujuan tertentu.
Dalam tabungan terencana biasanya memiliki ketentuan auto debit dimana kita dapat menarik saldo tertentu disetiap bulannya. Contoh tabungan terencana diantaranya tabungan pernikahan, haji atau umroh, pendidikan, wisata dan lain-lain.
Menyiapkan Dana Pensiun
Dana pensiun atau biasa disebut juga program pensiun adalah sebuah program dimana kita harus membayar atau menabung dalam jumlah tertentu, dan tabungan ini dapat kita gunakan setelah memasuki usia pensiun.
Dana pensiun akan membantu kita dalam menghadapi masa tua yang lebih terjamin dan terlindungi sehingga tidak menyulitkan generasi dibawahnya dan membebani kehidupan mereka.
Memiliki Jaminan Kesehatan
Kesehatan tentu sangat berharga, akan lebih berharga lagi ketika kita telah merasakan sakit. Sakit bukanlah sesuatu yang diharapkan selain menguras perhatian juga menguras keuangan karena biaya pengobatan.
Biaya pengobatan akan terasa lebih ringan apabila kita memiliki asuransi jaminan kesehatan karena segala pengobatan telah tercover didalamnya. Memiliki asuransi jaminan kesehatan menjadi sangat penting baik untuk diri sendiri, orangtua dan anak.
Demikian adalah sedikit penjelasan mengenasi generasi sandwich dan beragam upaya-upaya memutus mata rantainya sehingga siklus generasi sandwich bisa berhenti mulai dari kita. Rencanakan dan aturlah finansial kita dari sekarang sehingga bisa keluar dari lingkaran generasi sandwich dimasa mendatang.

Komentar
Posting Komentar