Langsung ke konten utama

Khawatir Buah Hati Stunting, Kenali Ciri-cirinya dan Upaya Pencegahannya


Akhir-akhir ini isue mengenai stunting di Republik Indonesia kian mencuat, bahkan stunting memiliki tempat yang paling banyak diperhatikan dalam perhelatan Pemilu 2024 ini. Pasalnya, banyak program yang ditawarkan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam upaya pencegahan stunting

Sayangnya, saat ini kita tidak sedang ingin membicarakan visi misi atau gagasan calon pasangan presiden dan wakil presiden dalam permasalahan ini tetapi, perlu kiranya kita memperhatikan bagaimana kita mengenalinya dan sigap dalam melakukan upaya pencegahannya. 

Secara umum stunting dapat diartikan terjadinya penghambatan pertumbuhan pada anak yang berusia dibawah 5 (lima) tahun yang kemudian sangat berdampak pada perkembangan fisik anak tersebut. Masalah stunting jarang disadari oleh masyarakat padahal pada realitasnya di Indonesia memiliki banyak kasus yang signifikan.

Apa yang Dimaksud Dengan Stunting?

Pernahkah kita membandingkan seorang anak yang seusia mereka tetapi memiliki berbagai perbedaan yang signifikan dari segi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Mungkin satu dari empat anak memiliki tubuh yang lebih pendek dari yang lainnya. Anak yang lebih pendek inilah yang kemudian disebut mengalami stunting. 

Terganggunya pertumbuhan tinggi badan pada seorang anak menjadi tanda awal mengalami stunting. Sehingga dapat kita sederhanakan bahwa stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya. 

Tidak semua anak yang memiliki tinggi badan yang pendek dapat dinyatakan stunting tetapi, pada umumnya anak yang mengalami kondisi stunting selalu diawali dengan pertumbuhan tinggi badan yang tidak baik. Hal inilah yang biasa tidak disadari oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. 

Pada tahun 2020 UNICEF mencatat ada sebanyak 149 juta atau sekitar 22% anak yang ada di dunia mengalami stunting, dan 6,3 juta diantaranya merupakan anak  Indonesia yang mengalami kondisi stunting. 

Sementara itu menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menuturkan bahwa anak Indonesia yang mengalami kondisi stunting pada tahun 2022 memiliki prevalensi stunting mencapai 21,6% hal ini relatif menurun daripada tahun sebelumnya yang mencapai prevalensi stunting 24,4%. Kemudian hari hari ini pemerintah menargetkan prevalensi stunting pada tahun 2024 mencapai sekurang-kurangnya 14%. 

Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan target prevalensi stunting yang rendah di tahun 2024 perlu adanya kerjasama baik itu kesadaran masyarakat terhadap pemahamannya mengenai stunting mulai dari ciri-ciri, penyebab hingga cara pencegahannya. Maupun kebijakan pemerintah terhadap masalah stunting di Indonesia. 

Ciri-ciri Stunting pada Anak

Sebagaimana yang disebutkan diawal bahwa salah satu dari ciri-ciri awal stunting adalah tinggi tubuh anak yang pendek. Meskipun, tidak semua anak yang tinggi badannya pendek dapat dikatakan stunting tetapi hal ini dapat dilihat dari perkembangan pertumbuhan anak dengan catatan tinggi bahwa anak stunting akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang lambat apabila selama dua kali pengecekan tinggi badannya di bawah normal dari standar anak seusianya. 

Untuk lebih jelas lagi berikut adalah ciri-ciri anak mengalami stunting, 

  • Mengalami pertumbuhan yang lambat. 
  • Berat badannya tidak naik atau bahkan mengalami penurunan berat badan
  • Tidak memiliki kemampuan fokus yang baik, sehingga mengalami kesulitan belajar. 
  • Cenderung lebih pendiam
  • Mengelami keterlambatan dalam fase pertumbuhan gigi anak
  • Anak perempuan berpotensi mengalami telat menstruasi apabila stunting berkepanjangan. 
  • Imun tubuh lemah sehingga mudah terinfeksi penyakit.

Secara umum dapat kita sederhanakan bahwa faktor utama stunting adalah gagalnya pertumbuhan anak pada masa balita atau usia dini yang diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi. Hal ini akan sangat berbahaya apabila dibiarkan berkepanjangan sehingga akan berisiko terkena penyakit lain seperti jantung/pembuluh darah, obesitas, kurangnya kemampuan kognitif belajar dan mudah terkena penyakit lainnya karena lemahnya sistem imun. 

Penyebab Stunting Pada Anak

Stunting merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan bersama-sama karena ini berkaitan erat dengan generasi penerus bangsa. Apabila hal ini lalai diperhatikan tentu akan berdampak pada masa depan bangsa dikemudian hari. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita mengetahui apa penyebab dari permasalahan ini. 

Kondisi stunting pada umumnya disebabkan oleh asupan gizi yang buruk, terlahir prematur, sering kali terkena infeksi penyakit dan bobot berat badan bayi yang rendah dari standar normal. Secara umum kebanyakan dari penderita stunting disebabkan oleh asupan gizi buruk sehingga, perlu kiranya gizi yang baik untuk anak-anak kita. 

Kurangnya Asupan Gizi Pada Ibu Hamil

Gizi buruk yang dikonsumsi tentu bukan hanya dilihat dari kondisi anaknya saja, melainkan juga perlu diperhatikan pada kondisi ibu yang mengandung anak. Asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu hendaknya merupakan gizi yang baik dan cukup untuk memenuhi nutrisi ibu dan anak. 

Akibatnya jika asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu hamil itu tidak baik akan menghambat proses perkembangan janin dan hal tersebut akan berlangsung hingga anak tersebut lahir. Oleh sebab itu, menghindari terjadinya malnutrisi atau gizi buruk kepada ibu hamil penting untuk memperhatikan asupan yang dikonsumsi dan dipastikan memiliki angka kecukupan gizi yang terpenuhi. 

Tidak Terpenuhinya Nutrisi Anak

Ketika kelahiran anak tentu kita harus memperhatikan asupan gizi yang harus dikonsumsi anak terutama pada anak yang berusia dibawah dua tahun. Karena pada masa ini, anak harus dipastikan mendapatkan asupan gizi utama yaitu ASI (Air Susu Ibu) sejak usia lahir hingga 6 bulan dan selanjutnya konsumsi juga MPASI (makanan pendamping ASI).

Kurangnya asupan gizi pada anal sehingga tidak terpenuhinya gizi dengan baik dapat menyebabkan stunting. Terutama apabila kekurangan makanan yang mengandung protein, zinc dan zat besi yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembangnya anak. 

Pencegahan Stunting pada Anak

Siapa yang tidak ingin melihat tumbuh kembang buah hati dengan baik? Tentu semua orangtua menginginkan hal tersebut oleh sebab itu, kita tentunya harus menjadi orangtua cerdas yang mampu mencegah terjadinya stunting atau malnutrisi yang terjadi pada anak. 

Adapun cara mencegah terjadinya stunting pada anak sebagaimana disampaikan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia diantaranya, 

  1. Memberikan ASI ekslusif kepada anak sampai usia 6 bulan tanpa tambahan apapun. 
  2. Selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pemeriksaan di posyandu secara berkala. 
  3. Untuk ibu selalu mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD)
  4. Memberikan MPASI yang memiliki kandungan gizi yang baik serta kaya akan protein hewani untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 2 tahun. 

Tentu saja, dengan mengikuti saran-saran tersebut semua keluarga di Indonesia dapat memiliki kesadaran dan terhindar dari stunting. Selain itu, menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal juga sangat penting untuk membiasakan diri dan keluarga akan selalu hidup sehat. 

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.