Langsung ke konten utama

Dampak Cat Calling Bagi Kesehatan Mental Perempuan


Sahabat kaula muda, menjadi perempuan muda sepertinya memang tidak begitu mudah untuk dilewati. Pasalnya hampir setiap perempuan mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari lingkungannya bahkan cenderung menjadi objek pelecehan.

Belakangan ini, sempat jadi perbincangan di kalangan kaula muda untuk menjadi perhatian semua pihak terutama dalam perlindungan dan penanggulangan pelecehan seksual pada perempuan. Salah satunya adalah cat calling. 

Apa itu Cat Calling?

Cat calling merupakan jenis pelecehan seksual yang dilakukan secara verbal di ruang publik. Kebanyakan yang menjadi korban perlakuan cat calling adalah perempuan namun tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada laki-laki.

Cat calling biasa terjadi di tempat umum bahkan ditengah keramaian sekalipun. Mereka biasa melakukan aksinya seperti bersiul, mengomentari penampilan, menggoda, menghina bahkan memuji untuk tujuan merendahkan. 

Hal tersebut tentu saja merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan merupakan bagian dari kekerasan yang terjadi di tempat umum atau street harassment. Penting rasanya bagi seorang kaula muda untuk menghindari tindakan tersebut karena dapat merugikan kenyamanan publik.

Pelaku cat calling biasanya selalu merasa dirinya superior atau berkuasa dalam sebuah kawasan atau karena status sosialnya. Dia bisa bertindak secara sendirian atau bahkan melakukan cat calling beramai-ramai. Meskipun, mereka memiliki niat bercanda tetapi hal tersebut tentu sangat meresahkan dan mengganggu. 

Jenis dan Bentuk Cat Calling

Sahabat kaula muda perlu diketahui ada dua jenis cat calling yang perlu dipahami yaitu cat calling yang dilakukan secara verbal dan non-verbal. Catt caliing yang dilakukan secara verbal dapat berupa siulan, panggilan atau komentar penampilan yang merendahkan. Sementara cat calling yang dilakukan secara non verbal biasa ditunjukan melalui gestur tubuh yang bertujuan menghina korban. 

Adapun bentuk cat calling yang biasa terjadi dan kita temukan di tempat umum diantaranya yaitu, 

Komplimen Kasar

Pernah tidak sih sahabat kaula muda menemukan seseorang yang memuji penampilan kita di tempat umum tetapi, sesungguhnya mereka sedang mengejek atau merendahkan? Hal tersebut itulah yang disebut cat calling. 

Contohnya seperti mengatakan "kamu cantik banget... kayak berbie" atau "wah... lucu banget bandomu aku pinjem ya (sambil direbut itu bando). 

Komentar Seksual

Komentar seksual dapat berupa ejekan seksual yang biasa ditemukan pada pelaku cat calling. Hal ini umum dilakukan para pelaku yang secara eksplisit memberikan komentar seksual, mengatai dengan kalimat tak senonoh, berhubungan dengan kalimat cabul dan perilaku menggoda dengan kalimat-kalimat seksual. 

Sentuhan Fisik

Perlakuan cat calling dalam bentuk sentuhan fisik mungkin paling ekstrim dilakukan. Pasalnya perlakuan ini bisa berakibat pada terganggunya psikologis yang mengakibatkan traumatik bagi korban hingga merasa ketakutan. Contoh sentuhan fisik diantaranya seperti memegang tangan atau meremas bagian tertentu yang sangat privasi bagi seseorang. 

Membayang-bayangi

Bentuk cat calling juga dapat berupa pelaku membayang-bayangi korban sehingga korban merasa tidak nyaman. Seperti mengikuti dari belakang, mengikuti jejak atau bahkan sampai pada penghadangan. Hal tersebut akan menimbulkan perilaku cat calling lainnya. 

Dampak Cat Calling Bagi Kesehatan Mental

Sebagian besar pelaku cat calling mungkin akan menganggap bahwa apa yang dilakukannya merupakan sebuah candaan. Padahal, perlakuan tersebut akan berdampak besar bagi seseorang bahkan menyangkut dengan tingkat kesehatan mental seseorang. 

Perlakuan yang demikian jika dianggap biasa saja dan diremehkan, akan menjadi sebuah fenomena bola salju, sehinga lama kelamaan akan menjadi sesuatu yang normal tapi berdampak besar pada terbentuknya lingkungan yang tidak sehat. 

Rasa takut akan kekerasan yang dilakukan oleh kaum laki-laki kepada perempuan, berakibat pada menyempitnya wilayah geografis yang dilalui oleh mereka. Akibatnya, kesetaraan gender dan kebebasan yang menjadi hak mereka terancam. Begitu pula, dengan kondisi psikis yang akan mereka alami. 

Merasa Malu dan Tidak Percaya Diri

Akibat perlakuan cat calling yang didapatkan di tempat umum, apalagi menyangkut dengan penampilan seseorang sehingga membuatnya menjadi malu dan tidak percaya diri dengan apa yang ada dalam diri mereka. 

Tidak Merasa Aman dan Nyaman

Karena adanya gangguan di dalam ruang-ruang publik, korban akan merasa dirinya tidak aman berada di ruang publik sehingga kenyamanan dan ketentraman tidak akan pernah terwujud di dalam hatinya. 

Terbatasnya Kebebasan

Korban pelaku cat calling merasa dirinya tidak bebas sehingga berakibat pada menyempitnya ruang gerak di tempat umum. Korban akan berpikir untuk mengubah perilakunya dengan membatasi aktivitas di ruang publik guna menghindari diri dari perbuatan yang membahayakan. 

Tidak Adanya Kesetaraan Gender

Terjadinya cat calling yang dilakukan oleh kaum laki-laki pada perempuan membuat rasa keadilan dan kesetaraan gender di ruang publik kian tergerus. Pasalnya, hal tersebut akan memungkinkan perempuan merasa dirinya termarginalkan bahkan hingga mendapat perlakuan intimidasi. 

Menangani Perilaku Cat Calling

Keresehan korban yang mengalami perlakuan cat calling perlu diantisipasi oleh seluruh pihak. Karena ini merupakan kewajiban bagi kita khususnya kaula muda sebagai bagian dari lingkungan sosial. Sebabnya, kita selalu menginginkan lingkungan sosial kita selalu aman, damai dan ramah perempuan. 

Kendati demikian, korban juga hendaknya memiliki semangat dan keyakinan untuk melawan pelaku-pelaku cat calling sehingga aktivitas tersebut tidak menjadi sesuatu yang lumrah apalagi dianggap sebagai hal yang normal. 

Adapun upaya-upaya yang dapat kita lakukan dalam mengantisipasi terjadinya perlakuan cat calling adalah sebagai berikut!

Hindari Tongkrongan Laki-laki

Pelaku cat calling bisa siapa saja, tetapi mayoritas pelaku adalah laki-laki. Maka, ketika melihat segerombolan laki-laki yang nongkrong di ruang-ruang publik atau jalanan pada umumnya cobalah untuk menghindari mereka. 

Kenapa demikian? karena gerombolan laki-laki akan merasa lebih percaya diri dalam melakukan cat calling sehingga merasa dirinya superior. Besar kemungkinan mereka akan melakukan cat calling maka, agar tetap waspada dalam bahaya hindarilah mereka. 

Abaikan

Kadang kita menemukan posisi dimana keadaan tidak berada dipihak kita sehingga tidaka ada pilihan lain selain jalan tersebut untuk dilewati. Meskipun, banyak gerombolan laki-laki dan besar kemungkinan mereka melakukan cat calling maka yang dapat dilakukan adalah jalan terus dan abaikan apapun reaksi mereka. 

Jangan pernah dengar apa yang diucapkan mereka atau bahkan meresponnya. Jika kita merespon balik apa yang mereka lakukan, justru akan berakibat pada terbentuknya cat calling yang lebih nyata. Pilihan terbaiknya adalah abaikan. 

Tataplah Dengan Amarah

Ketika posisi kita terjebak di dalam kekacauan yang akan mereka perbuat kepada kita, maka selanjutnya yang dapat kita lakukan adalah merespon dengan tatapan yang penuh amarah. Kita harus bisa memberanikan diri untuk menatap mereka dengan marah. Meskipun, hal tersebut tidak dapat sepenuhnya menghentikan cat calling tetapi respon kita akan membuatnya terkejut dan ada kemungkinan untuk menghentikan cat callingnya. 

Percaya Diri Untuk Menegur

Memberanikan diri untuk menegur mungkin akan menimbulkan resiko. Tapi, hendaknya kita pastikan bahwa diri kita percaya diri untuk menegur mereka. Jangan sampai terlihat lemah dan tetaplah tegar untuk menunjukkan ketidaksukaan kita dengan perilaku cat calling.

Perilaku cat calling memang sangat meresahkan dan selama ini masyarakat terlalu abai dan berlindung di balik kalimat "berchyanda... berchyanda.." Sudah sepatutnya perilaku tersebut dienyahkan karena sesungguhnya itu adalah perilaku kaum jahiliyah. 

Kendati demikian, sebagai perempuan dan kaula muda mungkin perlu berbenah diri juga pastikan bahwa diri kita tidak berpenampilan mencolok yang dapat mengundang cat calling. Hindari menggunakan make up berlebih dan perhiasan yang banyak karena hal tersebut dapat menjadi alasan mereka dalam melakukan cat calling. 

Sulaeman Daud, lahir pada 7 April 1996. Asal Sukabumi, Sekarang berdomisili di Kota Tangerang pekerjaaan buruh serabutan nyambi menulis blog biar tetap waras

Komentar

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.